Rupiah Diperkirakan Terus Melemah Hari Ini, Ini Pemicunya

admin.aiotrade 10 Des 2025 3 menit 13x dilihat
Rupiah Diperkirakan Terus Melemah Hari Ini, Ini Pemicunya

Pergerakan Rupiah pada Akhir Pekan Ini

Rupiah spot mengalami pelemahan sebesar 0,07% pada akhir perdagangan Rabu (10/12/2025), dengan nilai tukar mencapai Rp 16.688 per dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan ini diprediksi akan berlanjut pada perdagangan hari Kamis (11/12/2025).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyatakan bahwa pergerakan rupiah akan sangat terpengaruh oleh sentimen yang muncul dari kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Meskipun kemungkinan besar The Fed akan melakukan pemangkasan suku bunga, investor tetap memperhatikan nada atau sikap hawkish dalam pernyataan mereka.

Hasil pertemuan FOMC pada hari Rabu (10/12/2025) menunjukkan bahwa The Fed memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, sehingga kisaran suku bunga menjadi 3,50%-3,75%. Namun, jika The Fed memberi sinyal bahwa ruang pelonggaran pada tahun 2026 akan lebih sempit atau lebih lambat dari ekspektasi pasar, maka dolar AS kemungkinan akan kembali menguat secara signifikan, dan rupiah bisa mengalami penurunan lebih dalam.

Pengaruh Eksternal terhadap Rupiah

Dari sisi eksternal, pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa pergerakan rupiah hari ini juga dipengaruhi oleh pernyataan Bank Indonesia (BI) yang menyampaikan beberapa risiko yang perlu diwaspadai dampaknya terhadap perekonomian global.

Salah satu risiko utama yang disebutkan BI adalah kerentanan pasar keuangan akibat perilaku institusi non-bank. Menurut Ibrahim, hal ini menjadi sorotan utama karena dapat memengaruhi stabilitas sistem keuangan global.

Ibrahim memproyeksikan bahwa rupiah pada hari Kamis (11/12/2025) akan bergerak fluktuatif, namun pada akhirnya akan melemah di kisaran antara Rp 16.680 hingga Rp 16.720 per dolar AS.

Proyeksi Pergerakan Rupiah

Lukman Leong juga memberikan proyeksi pergerakan rupiah hari ini. Ia memprediksi bahwa rupiah akan bergerak dalam rentang antara Rp 16.600 hingga Rp 16.700 per dolar AS. Proyeksi ini didasarkan pada berbagai faktor eksternal dan internal yang memengaruhi nilai tukar rupiah.

Beberapa faktor tersebut termasuk kebijakan moneter yang diambil oleh The Fed, sentimen pasar global, serta peran Bank Indonesia dalam mengelola risiko ekonomi. Selain itu, kondisi pasar keuangan domestik dan tingkat inflasi juga turut memengaruhi pergerakan rupiah.

Dalam situasi seperti ini, investor dan pelaku pasar perlu terus memantau perkembangan terkini, baik dari sisi kebijakan moneter maupun dari sisi ekonomi makro. Prediksi dan analisis dari para ahli seperti Lukman dan Ibrahim menjadi penting dalam membantu membuat keputusan investasi yang lebih tepat dan bijaksana.

Tantangan dan Peluang bagi Rupiah

Meski menghadapi tekanan dari penguatan dolar AS, rupiah masih memiliki peluang untuk pulih jika ada kebijakan yang mendukung stabilitas ekonomi. Misalnya, kebijakan fiskal yang seimbang, pengendalian inflasi yang efektif, serta kebijakan moneter yang konsisten dapat menjadi faktor pendukung.

Selain itu, respons BI terhadap risiko yang muncul juga akan menjadi indikator penting bagi stabilitas rupiah. Jika BI berhasil mengelola risiko tersebut dengan baik, maka rupiah dapat tetap stabil meskipun menghadapi tekanan dari luar.

Dengan demikian, pergerakan rupiah tidak hanya bergantung pada faktor eksternal, tetapi juga pada kebijakan dan strategi yang diambil oleh otoritas domestik. Hal ini menunjukkan bahwa rupiah memiliki potensi untuk pulih, asalkan ada langkah-langkah yang tepat dan konsisten dilakukan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan