Rupiah Kuat, BLT Tambah Rp 30 T, IHSG Naik Lagi

admin.aiotrade 20 Okt 2025 2 menit 14x dilihat
Rupiah Kuat, BLT Tambah Rp 30 T, IHSG Naik Lagi


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi kembali mengalami penguatan pada perdagangan hari Selasa (21/10). Pada perdagangan Senin (20/10), IHSG ditutup naik sebesar 2,19 persen ke level 8.088,98.

Analis dari Phintraco Sekuritas menilai bahwa stochastic RSI membentuk golden cross di area oversold, yang menunjukkan potensi rebound jangka pendek. Hal ini juga didukung oleh penyempitan negative slope pada MACD. Selain itu, IHSG berhasil ditutup di atas level psikologis 8.000 dan melampaui MA5. Meski demikian, indeks masih berada di bawah MA20 yang berada di kisaran 8.113.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Sehingga diperkirakan rebound IHSG akan terus berlanjut dan menguji level 8.150–8.170, jika mampu bertahan di atas MA20 dengan volume," tulis analis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Selasa (21/10).

Secara fundamental, saham sektor keuangan mencatat kenaikan tertinggi, didorong oleh ekspektasi penurunan suku bunga. Nilai tukar rupiah juga ditutup menguat terhadap dolar AS.

Pemerintah menambah alokasi Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi lebih dari 35 juta keluarga penerima manfaat dengan anggaran sebesar Rp 30 triliun. Dana ini bersumber dari efisiensi anggaran sejak awal tahun 2025. Bantuan ini akan disalurkan untuk periode Oktober–Desember 2025 dan diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat.


Produk Domestik Bruto (PDB) Tiongkok pada kuartal III 2025 tumbuh sebesar 4,8 persen secara tahunan (year on year), turun dari 5,2 persen pada kuartal sebelumnya. Angka ini merupakan yang terendah sejak kuartal III 2024, namun masih sesuai dengan perkiraan.

Sementara itu, produksi industri September 2025 meningkat 6,5 persen YoY, naik dari 5,2 persen pada Agustus 2025 dan melampaui proyeksi 5,0 persen. Pertumbuhan ini menjadi yang tercepat sejak Juni, didorong oleh meningkatnya aktivitas manufaktur.

“Namun, untuk pertumbuhan penjualan ritel September 2025 melambat menjadi 3 persen YoY dari 3,4 persen pada Agustus 2025, serta merupakan pertumbuhan paling kecil sejak Agustus 2024,” tulis riset tersebut.

Beberapa rekomendasi saham yang perlu diperhatikan selama perdagangan hari Selasa (21/10) adalah BBRI, BRIS, BBTN, PGAS, dan CUAN.

Analis dari MNC Sekuritas melihat bahwa IHSG telah mencapai area penguatan, namun tertahan oleh MA20 sehingga ada beberapa skenario yang memungkinkan.

“Pada label hitam, posisi IHSG masih berada pada bagian dari wave A dari wave (2) sehingga rawan kembali terkoreksi menuju 7.700–7.830. Namun pada label biru, masih terdapat peluang IHSG menguat membentuk wave B dari wave (2) ke rentang 8.122–8.195,” tulis analis MNC Sekuritas dalam risetnya, Selasa (21/10).

Analis MNC Sekuritas kemudian merekomendasikan saham BBCA, CDIA, MIDI, dan TAPG untuk diperhatikan sepanjang perdagangan hari Selasa (21/10).

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan