Rupiah Kuat di Tengah Ketidakpastian Tarif Trump

admin.aiotrade 26 Feb 2026 2 menit 6x dilihat
Rupiah Kuat di Tengah Ketidakpastian Tarif Trump

Nilai tukar rupiah mengalami penguatan sebesar 0,21% pada perdagangan pagi ini, Kamis (26/2), dengan berada di level Rp 16.764 per dolar Amerika Serikat. Penguatan rupiah terjadi di tengah ketidakpastian kebijakan tarif AS yang dipicu oleh pernyataan Presiden Donald Trump.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut Analis Doo Financial Lukman Leong, pernyataan Trump dalam pidato kenegaraan yang memicu ketidakpastian terkait rencana penerapan tarif perdagangan ikut memberikan tekanan terhadap dolar AS. Hal ini berdampak positif terhadap rupiah yang cenderung menguat.

Ia memperkirakan bahwa rupiah hari ini akan bergerak menguat dalam rentang antara 16.750 hingga 16.850 per dolar AS. Berdasarkan data dari Boloomberg, kurs rupiah dibuka dengan penguatan sebesar 17 poin di level 16.763 per dolar AS. Rupiah semakin menguat hingga mencapai level 16.76o per dolar AS pada pukul 09.45 WIB.

Senior Ekonom KB Valbury Sekuritas Fikri C Permana melihat adanya beberapa sentimen positif yang dapat memengaruhi pergerakan rupiah hari ini. Salah satunya adalah tarik ulur terkait tarif di Amerika Serikat serta kemungkinan pilihan Kevin Warsh untuk mengurangi balance sheet The Fed. Selain itu, ada potensi aliran modal asing yang kembali masuk dan kekhawatiran terhadap konsen MSCI serta penurunan outlook dari Moody's.

"Kemungkinan rupiah akan bergerak secara tipis, dengan kecenderungan apresiasi menuju level 16.800 per dolar AS," ujarnya.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Rupiah

  • Peraturan Tarif AS: Pernyataan Presiden Donald Trump yang menyatakan kembali tekadnya untuk menerapkan tarif perdagangan menimbulkan ketidakpastian di pasar keuangan. Hal ini berdampak pada melemahnya dolar AS, sehingga membuat rupiah lebih kuat.

  • Sentimen Positif: Ada beberapa faktor positif yang bisa mendukung penguatan rupiah, seperti pergerakan tarif di Amerika Serikat dan kebijakan The Fed yang mungkin lebih ringan. Selain itu, aliran modal asing yang kembali masuk juga menjadi faktor pendukung.

  • Kekhawatiran Pasar: Kekhawatiran terhadap konsen MSCI dan penurunan outlook dari Moody's bisa memengaruhi sentimen pasar terhadap rupiah. Meski demikian, tren penguatan rupiah tetap terlihat dalam beberapa waktu terakhir.

Prediksi Pergerakan Rupiah Hari Ini

Berdasarkan analisis para ahli, rupiah diperkirakan akan bergerak dalam kisaran yang sempit. Namun, kecenderungan penguatan masih terlihat, terutama jika tekanan terhadap dolar AS tetap tinggi. Prediksi dari ekonom KB Valbury Sekuritas menyebutkan bahwa rupiah bisa bergerak menuju level 16.800 per dolar AS.

Kesimpulan

Nilai tukar rupiah hari ini menunjukkan penguatan yang cukup signifikan, meskipun masih dalam kisaran yang sempit. Beberapa faktor seperti ketidakpastian kebijakan tarif AS dan sentimen positif dari pasar keuangan menjadi penentu utama dalam pergerakan rupiah. Meskipun ada risiko dari kekhawatiran pasar, tren penguatan rupiah tetap terlihat, terutama jika kondisi pasar tetap stabil.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan