Rupiah Melemah, Investor Percaya Pemerintah AS Segera Berakhir

admin.aiotrade 12 Nov 2025 3 menit 27x dilihat
Rupiah Melemah, Investor Percaya Pemerintah AS Segera Berakhir

Penyebab Pelemahan Rupiah dan Perkembangan Terkini di AS

Kepala Ekonom dari Permata Bank, Josua Pardede, menjelaskan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh optimisme investor terhadap kemungkinan penyelesaian penutupan pemerintah Amerika Serikat (AS). Ia menyampaikan hal ini dalam sebuah pernyataan yang diberikan di Jakarta pada Rabu (12/11/2025).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurutnya, rupiah melemah karena permintaan global terhadap dolar AS semakin kuat. Hal ini membuat dolar AS menjadi lebih kuat. Peningkatan permintaan ini berasal dari meningkatnya keyakinan investor terhadap potensi penyelesaian penutupan pemerintah AS, yang memicu minat terhadap aset berdenominasi dolar AS.

Pada pembukaan perdagangan hari Rabu di Jakarta, nilai tukar rupiah mengalami pelemahan sebesar 22 poin atau 0,13 persen, menjadi Rp16.716 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.694 per dolar AS. Josua memperkirakan bahwa rupiah akan diperdagangkan dalam kisaran antara Rp16.625 hingga Rp16.725 per dolar AS.

Penutupan Pemerintah AS yang Berlangsung Lama

Dalam perkembangan terkini, Senat AS telah menyetujui rancangan undang-undang (RUU) yang bertujuan untuk mengakhiri penutupan pemerintah terlama yang pernah ada. Penutupan ini telah berlangsung selama 41 hari. RUU tersebut disahkan dengan suara 60-40.

Undang-undang Alokasi dan Perpanjangan Berkelanjutan 2026, yang telah diamandemen, mencakup paket alokasi dana selama tiga tahun. Paket ini mencakup lembaga dan program penting serta memulihkan posisi pegawai federal yang kehilangan pekerjaan mereka selama masa penutupan.

Majelis tinggi saat ini sedang mengirimkan RUU tersebut ke Dewan Perwakilan Rakyat untuk mendapatkan persetujuan akhir. Pada hari ini, majelis rendah diperkirakan akan kembali bersidang untuk pertama kalinya sejak 19 September. Ketua DPR AS, Mike Johnson, telah meminta para anggota parlemen pada Senin (10/11) untuk segera menyelesaikan penutupan pemerintahan yang terus mengganggu perjalanan udara di seluruh negeri.

Dampak Penutupan Pemerintah AS terhadap Pasar Global

Penutupan pemerintah AS tidak hanya berdampak pada sistem pemerintahan dalam negeri, tetapi juga memberikan pengaruh terhadap pasar keuangan global. Karena adanya ketidakpastian, investor cenderung mencari aset yang lebih aman, seperti dolar AS. Hal ini menyebabkan peningkatan permintaan terhadap dolar AS, yang pada akhirnya memengaruhi nilai tukar mata uang lain, termasuk rupiah.

Selain itu, penutupan pemerintah AS juga dapat memengaruhi ekonomi global secara keseluruhan. Kegiatan bisnis dan layanan publik yang terganggu dapat mengurangi produktivitas dan memengaruhi investasi asing. Oleh karena itu, penyelesaian penutupan pemerintah AS sangat penting untuk memulihkan stabilitas ekonomi dan memastikan kelancaran operasional pemerintah.

Tantangan dan Peluang di Masa Depan

Meskipun ada tantangan, situasi ini juga membuka peluang bagi negara-negara lain untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan keuangan. Dengan adanya ketidakpastian di pasar global, negara-negara mungkin akan lebih aktif dalam mencari solusi dan pendekatan baru untuk menghadapi fluktuasi ekonomi.

Bagi Indonesia, pelemahan rupiah bisa menjadi momen untuk memperkuat kebijakan moneter dan fiskal. Dengan langkah-langkah yang tepat, pemerintah dan bank sentral dapat menjaga stabilitas ekonomi nasional meskipun menghadapi tekanan dari luar.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan