
aiotrade,
JAKARTA – Nilai tukar rupiah mengalami penurunan terhadap dolar AS pada perdagangan hari Selasa (16/12/2025). Meskipun demikian, analis memprediksi bahwa rupiah akan menguat dalam perdagangan esok hari.
Berdasarkan data dari Bloomberg, rupiah ditutup melemah sebesar 0,14% atau 24 poin menjadi Rp16.691 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS turun sekitar 0,03% menjadi 98,27.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Mata uang negara-negara Asia lainnya menunjukkan pergerakan yang beragam. Dolar Hong Kong menguat 0,06%, peso Filipina naik 0,52%, dan ringgit Malaysia meningkat 0,20%. Di sisi lain, dolar Singapura melemah 0,04% terhadap dolar AS, rupe India turun 0,27%, serta baht Thailand merosot 0,09%.
Ibrahim Assuaibi, pengamat mata uang dan komoditas, menjelaskan bahwa sentimen global yang memengaruhi pergerakan rupiah antara lain adalah rilis data ekonomi AS untuk bulan November 2025. Selain itu, perkembangan konflik geopolitik Rusia-Ukraina juga memberikan dampak. Menurut Ibrahim, perundingan gencatan senjata yang dimediasi oleh AS menunjukkan kemajuan menuju perdamaian. Jika konflik ini berakhir, maka ekspor minyak Rusia akan kembali dibuka.
Di tingkat domestik, sentimen datang dari neraca utang negara. Pemerintah mencatatkan utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Oktober 2025 sebesar US$423,9 miliar atau setara Rp7.059,5 triliun (kurs Rp16.653). Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan posisi ULN pada September 2025 yang mencapai US$425,6 miliar. Penurunan ini sejalan dengan aliran masuk modal asing ke Surat Berharga Negara (SBN) internasional.
"Aliran modal asing meningkat karena kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia terus tumbuh," ujar Ibrahim dalam risetnya, Selasa (16/12/2025).
Meskipun turun secara bulanan, ULN Indonesia tumbuh sebesar 0,3% secara tahunan (YoY), yang terutama dipengaruhi oleh pertumbuhan ULN sektor publik. Posisi ULN pemerintah pada Oktober 2025 tercatat sebesar US$210,5 miliar, atau tumbuh 4,7% secara tahunan.
Berdasarkan berbagai sentimen tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa rupiah akan mengalami rebound dan ditutup menguat pada perdagangan esok hari, Rabu (17/12/2025).
"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah akan cenderung fluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp16.650 sampai Rp16.690," jelasnya.
INDONESIAN RUPIAH / U.S. DOLLAR - TradingView