
aiotrade, JAKARTA – Pada perdagangan hari ini, Rabu (12/11/2025), nilai tukar rupiah mengalami pelemahan terhadap dolar AS. Berdasarkan data dari Bloomberg pada pukul 09.27 WIB, rupiah dibuka melemah sebesar 0,11% atau 19 poin menjadi Rp16.713 per dolar AS. Di sisi lain, indeks dolar AS menguat sebesar 0,09% ke posisi 99,53.
Pembukaan pasar hari ini menunjukkan variasi dalam pergerakan mata uang negara-negara Asia. Yen Jepang melemah sebesar 0,14%, sedangkan dolar Singapura dan dolar Taiwan masing-masing turun 0,11% dan 0,07%. Di sisi lain, rupe India menguat 0,15% dan ringgit Malaysia naik 0,33%.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Ahli ekonomi dan pengamat mata uang serta komoditas, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan bahwa nilai tukar rupiah akan terus melemah hari ini setelah kemarin ditutup melemah 40 poin menjadi Rp16.694 per dolar AS. Ia menjelaskan bahwa untuk perdagangan hari ini, rupiah berfluktuasi namun akhirnya ditutup melemah di kisaran Rp16.690 hingga Rp16.730.
Ibrahim menyebutkan beberapa faktor yang memengaruhi pergerakan rupiah, baik dari luar maupun dalam negeri. Dari luar negeri, pasar mencermati perkembangan terkait shutdown pemerintahan Amerika Serikat yang mulai menemui titik terang setelah Senat AS pada Selasa (11/11) malam mengesahkan RUU untuk membuka pendanaan pemerintah. Selain itu, pasar juga memprediksi adanya ekspektasi penurunan suku bunga The Fed pada bulan Desember, mengingat meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.
Dari dalam negeri, pasar memperhatikan kebijakan pemerintah terkait redenominasi atau pemangkasan tiga digit nol dalam rupiah. Menurut Ibrahim, Kementerian Keuangan telah menyatakan bahwa kebijakan tersebut belum akan segera direalisasikan dalam waktu dekat, termasuk pada tahun 2026. Meski demikian, kebijakan ini tetap menjadi bagian dari rencana strategis untuk menuntaskan landasan hukum redenominasi pada periode 2026-2027.
BI bersama pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sedang melakukan pembahasan mengenai proses redenominasi ke depannya. Implementasi redenominasi akan mempertimbangkan waktu yang tepat dengan memperhatikan stabilitas politik, ekonomi, sosial, serta kesiapan teknis seperti hukum, logistik, dan teknologi informasi.
Ibrahim menjelaskan bahwa redenominasi rupiah adalah upaya penyederhanaan jumlah digit pada pecahan rupiah tanpa mengurangi daya beli dan nilai rupiah terhadap harga barang dan/atau jasa. BI melihat redenominasi sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi transaksi, memperkuat kredibilitas rupiah, serta mendukung modernisasi sistem pembayaran nasional.
U.S. DOLLAR / INDONESIAN RUPIAH - TradingView