
Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS Pada Penutupan Perdagangan Awal Pekan
Nilai tukar atau kurs rupiah tercatat melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan awal pekan, Senin (8/12/2025). Berdasarkan data dari Bloomberg, rupiah berada di level Rp16.695 per dolar AS, melemah 47 poin atau 0,28 persen dibandingkan penutupan sebelumnya pada Rp16.648 per dolar AS.
Sepanjang hari, dolar bergerak di rentang Rp16.663-Rp16.705 per dolar AS. Sementara itu, dalam 52 minggu terakhir dolar diperdagangkan di kisaran Rp15.840-Rp17.224, dengan penguatan year-to-date mencapai 3,49 persen.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed Menguat
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menjelaskan, ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Bank Sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed) semakin kuat menjelang pertemuan akhir pekan ini. Dia menyebut, pasar kini memperkirakan peluang sekitar 85 persen bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin.
Ekspektasi tersebut dipicu oleh tanda-tanda perlambatan ekonomi di AS, termasuk indikator ketenagakerjaan yang lebih lemah. Prospek suku bunga rendah juga meningkatkan harapan terhadap pertumbuhan global serta pasar ekuitas yang lebih bergairah.
"Pasar didukung oleh ekspektasi kuat bahwa Federal Reserve AS akan memangkas suku bunga akhir pekan ini," kata Ibrahim.
Optimisme Pasar Terbatas Karena Pejabat Fed Beri Sinyal Hatihati
Meski peluang pemangkasan suku bunga menguat, Ibrahim menilai sentimen pasar tetap berhati-hati. Dia mengingatkan beberapa pejabat The Fed sebelumnya menyampaikan sinyal pemangkasan suku bunga pada Desember belum tentu terjadi. Ketua The Fed Jerome Powell juga sempat menegaskan keputusan suku bunga mendatang bukanlah suatu kepastian, jauh dari itu.
"Optimisme tersebut diredam oleh kehati-hatian karena beberapa pejabat Fed mengisyaratkan bahwa pemangkasan suku bunga pada bulan Desember masih jauh dari pasti," ujarnya. Pernyataan tersebut membuat pelaku pasar mewaspadai kemungkinan munculnya keputusan yang lebih ketat atau hawkish, yakni kebijakan yang cenderung mempertahankan atau menaikkan suku bunga untuk menahan inflasi.
Rupiah Diproyeksikan Melanjutkan Pelemahan Pada Selasa
Pada perdagangan sore, rupiah ditutup melemah 47 poin setelah sebelumnya sempat menyentuh pelemahan 55 poin. Pergerakan rupiah sepanjang hari berlangsung fluktuatif sejalan dengan dinamika sentimen global.
Untuk perdagangan Selasa (9/12/2025), Ibrahim memperkirakan rupiah masih akan bergerak fluktuatif namun berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp16.690-Rp16.730 per dolar AS.
Rupiah Tertekan Pagi Ini, Investor Tunggu Keputusan The Fed
Beberapa faktor seperti sentimen global dan perkembangan suku bunga AS menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan rupiah. Investor tampaknya sedang menantikan keputusan The Fed dalam pertemuan mendatang, yang bisa memberikan arah baru bagi nilai tukar rupiah.
Bank Dunia Ungkap Alasan Rupiah Tetap Tangguh di Tengah Gejolak Dunia
Meskipun rupiah mengalami tekanan, Bank Dunia menilai bahwa mata uang Indonesia tetap tangguh di tengah gejolak ekonomi global. Hal ini disebabkan oleh stabilitas fiskal dan kebijakan moneter yang baik, serta pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan.