Rupiah melemah sepanjang hari, berakhir di Rp16.667 per dolar AS

admin.aiotrade 15 Des 2025 3 menit 15x dilihat
Rupiah melemah sepanjang hari, berakhir di Rp16.667 per dolar AS
Rupiah melemah sepanjang hari, berakhir di Rp16.667 per dolar AS

Rupiah Melemah di Awal Perdagangan Senin

Pada awal perdagangan Senin (15/12/2025), nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup melemah. Rupiah tercatat melemah ke level Rp16.667 per dolar Amerika Serikat (AS) di penutupan perdagangan.

Berdasarkan data dari Bloomberg, laju rupiah melemah sebesar 21 poin atau 0,13 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa rupiah tidak hanya melemah secara individu, tetapi juga bersama dengan dua mata uang lainnya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
  • Rupee India melemah sebesar 0,23 persen
  • Dolar Taiwan melemah sebesar 0,55 persen

Proyeksi Pergerakan Rupiah Pekan Ini

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan bahwa nilai tukar rupiah diperkirakan akan bergerak terbatas atau cenderung datar terhadap dolar AS pada pekan ini. Pelaku pasar memilih untuk bersikap wait and see sambil mengantisipasi rilis data ekonomi penting baik dari dalam maupun luar negeri.

"Dari global, perhatian investor tertuju pada data ketenagakerjaan AS atau Non-Farm Payrolls (NFP) serta data inflasi, yang akan menjadi petunjuk arah kebijakan moneter bank sentral AS ke depan. Sementara dari domestik, pasar juga menanti hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI)," kata dia.

Prediksi The Fed Bersifat Dovish

Sementara itu, Analis Pasar Uang Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa ada sinyal dovish dari The Fed setelah memangkas suku bunga minggu lalu dan memberi sinyal akan segera mulai membeli obligasi pemerintah jangka pendek mulai Desember. Pembelian aset oleh The Fed dilakukan dengan laju bulanan sebesar 40 miliar dolar AS.

Aktivitas pembelian aset The Fed membuka prospek dovish untuk kebijakan moneter, terutama mengingat kondisi likuiditas lokal kemungkinan akan semakin melonggar dengan suntikan dana tunai.

"Fokus minggu ini tertuju pada data pekerjaan di sektor non-pertanian AS dan data CPI untuk November, yang akan dirilis pada hari Selasa dan Kamis. Data pekerjaan, yang biasanya dirilis pada hari Jumat pertama setiap bulan, tertunda karena penutupan pemerintah yang berkepanjangan pada bulan Oktober dan November," tegasnya.

Namun, pasar akan mengamati dengan cermat tanda-tanda lebih lanjut dari pelonggaran pertumbuhan pasar tenaga kerja dan pendinginan inflasi, mengingat keduanya merupakan pertimbangan terbesar The Fed untuk memangkas suku bunga. Data tersebut juga akan menjadi data ekonomi resmi terbaru yang tersedia bagi pasar setelah penutupan pemerintahan mengganggu beberapa data penting untuk bulan Oktober.

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp16.665 per Dolar AS

Pada awal perdagangan Senin, rupiah dibuka melemah ke level Rp16.665 per dolar AS. Pergerakan ini mencerminkan tekanan terhadap rupiah akibat dinamika pasar global dan antisipasi terhadap data ekonomi penting.

BI Bidik Transaksi Pasar Uang Tembus Rp81 Triliun pada 2030

Bank Indonesia (BI) memiliki target untuk transaksi pasar uang mencapai Rp81 triliun pada tahun 2030. Target ini diharapkan dapat mendukung stabilitas sistem keuangan dan meningkatkan efisiensi pasar uang.

Modal Asing Ramai-Ramai Angkat Kaki dari Pasar Uang RI

Ada indikasi bahwa modal asing mulai mengurangi investasi di pasar uang Indonesia. Data menunjukkan bahwa modal asing mencatat penarikan sebesar Rp3,79 triliun dalam beberapa waktu terakhir.

Asing Lepas Investasi Rp9,7 T di Pasar Uang RI dalam Sepekan

Dalam satu minggu terakhir, asing melakukan penjualan investasi sebesar Rp9,7 triliun di pasar uang Indonesia. Penarikan ini mencerminkan ketidakpastian pasar dan risiko yang dihadapi investor asing.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan