Rupiah menguat di tengah harapan pemangkasan suku bunga Fed tahun depan

admin.aiotrade 19 Des 2025 2 menit 11x dilihat
Rupiah menguat di tengah harapan pemangkasan suku bunga Fed tahun depan


Nilai tukar rupiah mengalami penguatan sebesar 0,03% pada level 16.718 per dolar AS. Kurs rupiah menguat karena meningkatnya prospek pemangkasan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed).

Fikri C. Permana, Senior Economist KB Valbury Sekuritas, menyampaikan bahwa ada kemungkinan rupiah akan kembali menguat ke level Rp 16.690 per dolar AS. Ia menjelaskan bahwa investor memiliki ekspektasi adanya penurunan suku bunga Fed Funds Rate pada Maret dan Juli 2026. Namun, pasar juga masih menunggu hasil pertemuan Bank Sentral Jepang hari ini.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Berdasarkan data dari Bloomberg, rupiah dibuka pada level 16.715 per dolar AS, menguat 8 poin dibandingkan perdagangan sebelumnya. Namun, hingga pukul 09.50 WIB, rupiah sedikit melemah ke level 16.718.

Di sisi lain, terdapat informasi mengenai aktivitas asing di pasar modal. Asing melakukan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 1,02 triliun. Dalam aktivitas tersebut, mereka memborong saham BMRI dan BBCA, sementara menjual saham AMMN.

Beberapa analis juga memberikan proyeksi terkait penguatan rupiah. Lukman Leong, Analis Doo Financial Futures, memproyeksikan bahwa rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS pada kisaran Rp 16.650 hingga Rp 16.750 per dolar AS.

Lukman menjelaskan bahwa potensi penguatan rupiah muncul setelah data inflasi di AS menunjukkan tekanan harga yang mulai mereda. Hal ini meningkatkan prospek pemangkasan suku bunga The Fed. Namun, ia juga menyoroti bahwa penguatan rupiah mungkin terbatas akibat prospek pemangkasan suku bunga Bank Indonesia.

Berikut beberapa faktor yang memengaruhi fluktuasi nilai tukar rupiah:

  • Prospek suku bunga The Fed
    Investor optimis bahwa The Fed akan melakukan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Hal ini memberi ruang bagi penguatan rupiah terhadap dolar AS.

  • Data inflasi AS
    Penurunan tekanan harga di AS menjadi indikasi bahwa The Fed mungkin akan mengambil langkah lebih agresif dalam menurunkan suku bunga.

  • Perkembangan suku bunga BI
    Meski rupiah menguat, prospek pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia dapat membatasi penguatan lebih lanjut.

  • Kinerja pasar modal
    Aktivitas investor asing di pasar modal, seperti pembelian saham BMRI dan BBCA, turut memengaruhi sentimen pasar terhadap rupiah.

Dari segi teknikal, rupiah tampaknya memiliki peluang untuk kembali menguat ke level Rp 16.690 per dolar AS. Namun, pergerakan kurs tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal, termasuk kebijakan moneter bank sentral negara-negara utama.

Pasar tetap waspada terhadap perkembangan terkini, terutama terkait kebijakan suku bunga dan stabilitas ekonomi global. Pemantauan terhadap data inflasi, tingkat pekerjaan, serta kebijakan moneter bank sentral akan menjadi kunci dalam menentukan arah pergerakan rupiah.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan