Rupiah menguat, dolar tertekan data inflasi AS

admin.aiotrade 19 Des 2025 2 menit 11x dilihat
Rupiah menguat, dolar tertekan data inflasi AS
Rupiah menguat, dolar tertekan data inflasi AS

Rupiah Menguat di Awal Perdagangan Pekan Ini

Nilai tukar atau kurs rupiah tercatat menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan menjelang akhir pekan, Jumat (19/12/2025). Rupiah dibuka di level Rp16.715 per dolar AS. Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.21 WIB, rupiah berada di level Rp16.709, menguat 14 poin atau 0,08 persen dari posisi penutupan sebelumnya di Rp16.723 per dolar AS. Pergerakan harian rupiah pagi ini berada di kisaran Rp16.704-Rp16.717 per dolar AS.

Peluang Pemangkasan Suku Bunga The Fed Menguat

Pengamat pasar uang Lukman Leong menyampaikan bahwa rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS, didorong oleh data inflasi AS yang menunjukkan tekanan harga mulai mereda. Hal ini meningkatkan peluang pemangkasan suku bunga oleh The Federal Reserve (The Fed).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Inflasi yang melandai menandakan kenaikan harga tidak setinggi sebelumnya. Kondisi tersebut biasanya membuka ruang bagi bank sentral untuk menurunkan suku bunga guna menopang pertumbuhan ekonomi. "Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS setelah data inflasi menunjukkan tekanan harga di AS yang mereda, meningkatkan prospek pemangkasan suku bunga The Fed," ujarnya.

Rupiah Masih Terbebani Prospek Suku Bunga BI

Meski demikian, Lukman menilai penguatan rupiah berpotensi terbatas. Dia menjelaskan bahwa rupiah juga masih terbebani oleh prospek kebijakan suku bunga Bank Indonesia (BI), yang diperkirakan turut mengarah pada pelonggaran. "Penguatan mungkin terbatas, mengingat rupiah juga masih terbebani oleh prospek pemangkasan suku bunga BI," paparnya.

Proyeksi Pergerakan Rupiah Hari Ini

Untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan nilai tukar mata uang Garuda akan bergerak dalam rentang Rp16.650 hingga Rp16.750 per dolar AS. Dalam 52 minggu terakhir, dolar diperdagangkan di rentang Rp16.079-Rp17.224, sementara secara tahun berjalan atau year-to-date (ytd) tercatat menguat 3,66 persen terhadap rupiah.

Rupiah Melemah di Penutupan, Pasar Waspada Gejolak Global

Di sisi lain, rupiah sempat melemah di penutupan perdagangan sebelumnya, dengan pasar tetap waspada terhadap gejolak global yang dapat memengaruhi stabilitas nilai tukar. Kondisi ini membuat investor dan pelaku pasar lebih hati-hati dalam mengambil keputusan investasi.

Bank Dunia Ungkap Alasan Rupiah Tetap Tangguh di Tengah Gejolak Dunia

Bank Dunia menilai bahwa meskipun terdapat ketidakstabilan di tingkat global, rupiah tetap menunjukkan ketangguhan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti kebijakan moneter yang stabil dan pertumbuhan ekonomi domestik yang relatif baik. Meski begitu, para ahli tetap memantau perkembangan situasi internasional yang bisa memengaruhi arah pergerakan rupiah.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan