
Pergerakan Rupiah pada Akhir Pekan Ini
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali ditutup menguat pada akhir pekan ini. Penutupan pemerintah AS yang masih berlangsung memberi angin segar bagi pergerakan Mata Uang Garuda.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Rupiah spot ditutup pada level Rp 16.690 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (7/11/2025), menguat 0,07% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.701 per dolar AS. Dalam sepekan, rupiah spot melemah 0,35% dari akhir pekan lalu yang ada di Rp 16.631 per dolar AS.
Sementara itu, pergerakan rupiah di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) juga menguat sejalan dengan rupiah spot. Hari ini, rupiah ditutup di level Rp 16.704 per dolar AS, menguat 0,017% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.707 per dolar AS.
Faktor Eksternal dan Internal yang Mempengaruhi Rupiah
Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, sentimen eksternal pergerakan rupiah hari ini masih dipengaruhi oleh faktor penutupan pemerintah AS yang berkepanjangan, yang kini telah memasuki bulan kedua. Selain itu, ekspor Tiongkok turun secara tak terduga pada bulan Oktober setelah kenaikan tajam pada bulan sebelumnya, meleset dari perkiraan kenaikan moderat.
"Impor juga melemah, yang menyebabkan penurunan neraca perdagangan negara, menunjukkan tekanan perdagangan yang terus berlanjut dan permintaan domestik yang lemah," jelas Ibrahim dalam keterangannya, Jumat (7/11/2025).
Sementara sentimen internalnya, Ibrahim bilang pelambatan laju perekonomian pada kuartal III 2025 yang realisasinya hanya 5,04% semakin memperberat posisi pemerintah untuk mengejar target pertumbuhan tahunan di angka 5,2%.
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi dan Perdagangan
Kalau menurut perhitungan secara akumulatif, untuk mencapai angka pertumbuhan 5,2%, pemerintah perlu mengejar target pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV/2025 di angka 5,77% - 5,8%.
"Sementara proyeksi pemerintah saat ini, kuartal IV/2025 hanya tumbuh di angka 5,5%. Hal itu berarti, rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 hanya akan berada di kisaran 5,13%," lanjutnya.
Dengan begitu, Ibrahim memproyeksi untuk perdagangan hari Senin pekan depan (10/11/2025), mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif namun ditutup melemah, di rentang Rp 16.690 - Rp 16.740.
Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Rupiah
Beberapa faktor utama yang memengaruhi pergerakan rupiah antara lain:
- Penutupan pemerintah AS: Masih berlangsungnya penutupan pemerintah AS memberi dampak terhadap sentimen pasar global.
- Perubahan ekspor Tiongkok: Turunnya ekspor Tiongkok pada bulan Oktober memicu ketidakpastian dalam perdagangan internasional.
- Laju perekonomian Indonesia: Pelambatan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2025 menjadi tantangan besar dalam mencapai target tahunan.
- Kinerja impor dan neraca perdagangan: Melemahnya impor menunjukkan tekanan terhadap perdagangan dan permintaan domestik yang rendah.
Tantangan dan Proyeksi untuk Masa Depan
Dari sisi proyeksi, rupiah diperkirakan akan tetap fluktuatif di awal pekan depan. Meskipun demikian, penurunan nilai tukar tidak sepenuhnya terhindarkan karena tekanan eksternal dan internal yang terus berlanjut.
Berdasarkan analisis, pemerintah harus lebih agresif dalam menjalankan kebijakan ekonomi agar bisa mencapai target pertumbuhan yang diharapkan. Kebijakan yang tepat dan langkah-langkah strategis diperlukan untuk meningkatkan daya saing ekonomi nasional.