Rupiah Naik ke Rp16.707 per Dolar AS

admin.aiotrade 14 Nov 2025 3 menit 11x dilihat
Rupiah Naik ke Rp16.707 per Dolar AS
Rupiah Naik ke Rp16.707 per Dolar AS

Rupiah Menguat Tipis di Akhir Pekan

Pada akhir perdagangan, Jumat (14/11/2025), nilai tukar atau kurs rupiah mengalami penguatan kecil. Berdasarkan data dari Bloomberg, rupiah berhasil mencapai level Rp16.707 per dolar AS. Penguatan ini tercatat sebesar 21 poin atau 0,12 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Mayoritas Mata Uang Asia Melemah

Meskipun rupiah menguat, mayoritas mata uang di kawasan Asia justru mengalami pelemahan. Beberapa mata uang yang mengalami penguatan antara lain:

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
  • Won Korea menguat 0,44 persen
  • Dolar Hongkong menguat 0,01 persen

Sementara itu, beberapa mata uang lainnya melemah, seperti:

  • Ringgit Malaysia melemah 0,12 persen
  • Yuan China melemah 0,06 persen
  • Rupee India melemah 0,10 persen
  • Pesso Filipina melemah 0,07 persen
  • Dolar Taiwan melemah 0,26 persen

Pelaku Pasar Menanti Data Ekonomi AS

Pelaku pasar kini sedang menantikan rilis serangkaian data ekonomi AS yang sempat tertunda. Hal ini disebabkan oleh kembali berjalannya operasi federal setelah penutupan pemerintah AS yang berlangsung selama beberapa minggu.

Menurut Ibrahim Assuaibi, pengamat mata uang dan komoditas, kesepakatan untuk mengakhiri penutupan pemerintah AS telah memberikan suasana pasar global yang lebih konstruktif. Penutupan pemerintah AS yang terlama dalam sejarah resmi berakhir setelah Presiden Donald Trump menandatangani langkah pendanaan sementara pada Rabu malam.

Kesepakatan tersebut memastikan operasional federal berjalan kembali hingga 30 Januari 2026, serta memperpanjang pendanaan untuk sejumlah departemen hingga 30 September 2026.

Prospek kebijakan moneter The Fed yang semakin dovish membebani Dolar AS dan menahan imbal hasil obligasi Treasury di level rendah. Kondisi ini menjadi faktor yang membatasi pelemahan harga emas, mengingat logam mulia tidak menawarkan imbal hasil.

Secara keseluruhan, sentimen investor masih cenderung positif terhadap emas. Kombinasi faktor makroekonomi dan struktur teknikal yang mendukung terus menopang tren bullish logam mulia tersebut, terutama menjelang rilis data-data penting terkait inflasi, tenaga kerja, dan aktivitas manufaktur yang selama ini tertunda akibat penutupan pemerintah.

Arah Fiskal Kedepan Juga Dicermati Pasar

Di samping itu, penguatan rupiah juga ditopang oleh disiplin fiskal yang menjadi salah satu pilar utama penguatan ekonomi. Pemerintah menjaga defisit anggaran sekitar 2,7 persen terhadap PDB, serta mempertahankan rasio utang publik di bawah 40 persen.

Langkah ini sekaligus mempertegas rekam jejak Indonesia sebagai negara dengan tata kelola makro yang stabil, terutama di tengah memburuknya posisi fiskal banyak negara di dunia.

Dari sisi moneter, inflasi tetap terjaga dalam rentang yang sehat. Inflasi inti diproyeksikan berada pada kisaran 2,5 persen hingga 3,2 persen yang mencerminkan kebijakan Bank Indonesia (BI) yang terukur serta stabilnya rantai pasok nasional. Stabilitas harga dinilai memberikan kepastian yang diperlukan baik oleh rumah tangga maupun pelaku industri dalam merencanakan aktivitas ekonomi mereka.

Prediksi Pergerakan Rupiah

Meski rupiah menguat pada hari Jumat, ada prediksi bahwa rupiah dapat melemah pada hari ini. Hal ini didasarkan pada berbagai faktor eksternal dan internal yang memengaruhi pergerakan nilai tukar.



Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan