Rupiah Naik Sedikit Akhir Pekan, Tertekan Perang Chip AS-China

admin.aiotrade 07 Nov 2025 2 menit 12x dilihat
Rupiah Naik Sedikit Akhir Pekan, Tertekan Perang Chip AS-China
Rupiah Naik Sedikit Akhir Pekan, Tertekan Perang Chip AS-China

Rupiah Menguat Tipis di Akhir Pekan

Pada akhir perdagangan pekan, Jumat (7/11/2025), nilai tukar atau kurs rupiah berhasil ditutup menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data dari Bloomberg, rupiah finis di level Rp16.690 per dolar AS, menguat sebesar 11 poin atau 0,07 persen jika dibandingkan dengan posisi penutupan kemarin pada level Rp16.701 per dolar AS.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Spekulasi Dovish The Fed Meningkat di Tengah Shutdown AS

Penutupan pemerintah AS (government shutdown) yang berkepanjangan kini telah memasuki bulan kedua, menunda rilis laporan ekonomi utama seperti data ketenagakerjaan dan inflasi. Kekosongan data ini meningkatkan ketidakpastian dan mendorong investor untuk mengandalkan survei sektor swasta sebagai sinyal ekonomi.

Menurut pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, laporan pekerjaan swasta AS menunjukkan tanda-tanda pelemahan di pasar tenaga kerja, menambah ekspektasi bahwa Bank Sentral AS (The Fed) dapat kembali melonggarkan suku bunga kebijakan lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Berdasarkan survei, peluang penurunan suku bunga pada Desember 2025 naik menjadi sekitar 70 persen, dari sekitar 60 persen sehari sebelumnya.

Ketegangan Chip AS-China Kembali Meresahkan Pasar

Sentimen negatif lain yang meresahkan pasar adalah ketegangan antara AS dan China. Sebuah laporan dari The Information menyatakan bahwa AS berencana untuk memblokir Nvidia dari penjualan chip AI skala kecil ke China. Aksi ini dianggap sebagai langkah yang dapat membatasi akses perusahaan China ke teknologi canggih.

Hal ini menyusul laporan Reuters yang menyatakan bahwa China bermaksud untuk melarang penggunaan chip AI buatan luar negeri di pusat data yang didanai negara. Langkah China tersebut dipandang sebagai bagian dari upaya Negeri Tirai Bambu untuk mendukung produksi chip domestik, yang semakin memanaskan situasi perdagangan global.

"Ketegangan antara Washington dan Beijing semakin meresahkan pasar," ujar Ibrahim.

Proyeksi Pergerakan Rupiah di Perdagangan Awal Pekan Depan

Ibrahim memaparkan bahwa pada perdagangan sore ini, rupiah ditutup menguat 11 poin di level Rp16.690. Dia mencatat bahwa rupiah sempat melemah hingga 20 poin di sepanjang sesi perdagangan.

Untuk perdagangan Senin (10/11/2025), Ibrahim memperkirakan pergerakan mata uang rupiah akan cenderung fluktuatif, namun berpotensi ditutup melemah di rentang harga Rp16.690 hingga Rp16.740.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan