Rupiah Naik Tipis, Pasar Tunggu Sinyal FOMC

admin.aiotrade 09 Des 2025 2 menit 13x dilihat
Rupiah Naik Tipis, Pasar Tunggu Sinyal FOMC


Rupiah Menguat Terhadap Dolar AS di Tengah Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Pada perdagangan hari Selasa (9/12/2025), nilai tukar rupiah mengalami penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data dari Bloomberg, rupiah pasar spot ditutup menguat sebesar 0,12% ke posisi Rp 16.675 per dolar AS. Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) juga naik tipis sebesar 0,07% menjadi Rp 16.677 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya pada Senin (8/12) yang berada di Rp 16.688 per dolar AS.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut pengamat ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed masih menjadi sentimen utama yang memengaruhi penguatan dolar AS. Pasar saat ini memperkirakan peluang sebesar 87% bahwa The Fed akan melakukan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada 10 Desember mendatang.

Ibrahim menekankan bahwa data-data ekonomi menjadi faktor penentu arah pergerakan rupiah maupun dolar AS. Fokus pasar kini tertuju pada laporan ketenagakerjaan AS menjelang keputusan suku bunga Fed. Ia juga menyampaikan bahwa adanya kehati-hatian dari pelaku pasar akibat sinyal beragam dari pejabat The Fed mengenai ketahanan ekonomi AS.

Selain itu, pasar juga sedang menantikan rilis data ketenagakerjaan AS seperti ADP Employment Change dan JOLTS Job Openings. Data yang lebih lemah dari perkiraan berpotensi meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga lebih lanjut.

Dari dalam negeri, Ibrahim menyoroti kekhawatiran terkait laporan Bank Dunia mengenai kenaikan utang luar negeri jangka pendek Indonesia pada 2024. Hal ini sebagian dipicu oleh penerbitan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang turut memengaruhi dinamika rupiah.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai penguatan rupiah didorong oleh sentimen domestik yang positif. Ia menyebutkan bahwa rupiah mendapat dukungan dari survei kepercayaan konsumen Indonesia yang naik lebih tinggi dari perkiraan. “Rupiah berhasil menguat terhadap dolar AS setelah survei kepercayaan konsumen Indonesia yang naik lebih tinggi dari perkiraan,” ujar Lukman kepada aiotrade, Selasa (9/12/2025).

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau bergerak datar. Lukman menyebut bahwa rupiah masih berpeluang menguat jika data penjualan ritel menunjukkan hasil sesuai atau lebih baik dari ekspektasi. “Rupiah berpotensi kembali menguat apabila data penjualan ritel yang diperkirakan naik bisa sama atau lebih baik dari perkiraan,” kata Lukman. Ia menambahkan bahwa investor masih cenderung wait and see sambil menantikan hasil FOMC.

Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif namun berpotensi ditutup melemah di rentang Rp16.670–Rp16.710 pada perdagangan esok hari. Adapun proyeksi untuk perdagangan Rabu, Lukman mematok kisaran pergerakan rupiah berada pada range Rp16.600–Rp16.700 per dolar AS.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan