Rupiah terpuruk di Rp16.955 meski dolar melemah


aiotrade, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah ke posisi Rp16.955 pada perdagangan hari ini, Senin (19/1/2026). Pada saat yang sama, dolar AS juga mengalami depresiasi.

Berdasarkan data dari Bloomberg, rupiah melemah sebesar 68 poin atau 0,40% menjadi Rp16.995 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS mengalami penurunan sebesar 0,19% menuju level 99,20.

Di kawasan Asia, mata uang negara-negara tetangga menunjukkan variasi dalam perdagangan hari ini. Yen Jepang menguat sebesar 0,04%, sedangkan yuan Tiongkok menguat sebesar 0,10%. Di sisi lain, peso Filipina dan rupee India melemah masing-masing sebesar 0,19% dan 0,12% terhadap dolar AS.

Menurut Direktur PT Traze Andalan Futures sekaligus pengamat ekonomi, Ibrahim Assuaibi, tekanan terhadap rupiah berasal dari dalam negeri. Kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Indonesia meningkat setelah data menunjukkan defisit anggaran tahun lalu mendekati ambang batas hukum sebesar 3%. Selain itu, penerimaan pajak masih belum menunjukkan peningkatan signifikan.

“Kondisi ini menambah tekanan terhadap pergerakan nilai tukar rupiah,” ujar Ibrahim dalam pernyataannya, Senin (19/1/2026).

Dari sisi luar negeri, meskipun indeks dolar AS tidak mengalami penguatan hari ini, ancaman tarif sebesar 10% hingga 25% yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump terhadap negara-negara Eropa menciptakan ketidakpastian di pasar keuangan global. Hal ini memicu kehati-hatian para investor terhadap mata uang negara berkembang atau emerging markets.

Sementara itu, data pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang mencapai 5,0% memberikan sentimen yang campuran. Meskipun mencapai target pemerintah, lemahnya konsumsi domestik Tiongkok tetap menjadi tantangan bagi prospek ekspor negara-negara mitra dagang di Asia, termasuk Indonesia.

Ibrahim menjelaskan bahwa Bank Indonesia (BI) terus melakukan intervensi di pasar valuta asing melalui berbagai mekanisme seperti DNDF maupun NDF. BI juga diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan dalam rapat kebijakan yang akan digelar pekan ini.

“Selain itu, rencana pemerintah untuk memperketat pengelolaan devisa hasil ekspor dinilai dapat memberikan dukungan bagi rupiah,” tambah Ibrahim.

Untuk perdagangan esok hari, Selasa (20/1/2026), Ibrahim memproyeksikan bahwa nilai tukar rupiah akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada kisaran Rp16.950 hingga Rp16.980 per dolar AS.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. aiotrade tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan