
Rupiah Melemah di Akhir Pekan
Pada akhir perdagangan hari Rabu (10/12/2025), nilai tukar atau kurs rupiah mengalami penurunan. Mata uang Garuda berada di level Rp16.688 per dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data dari Bloomberg, rupiah melemah sebesar 12 poin atau 0,07 persen dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Selasa (9/12), rupiah ditutup pada posisi Rp16.676 per dolar AS.
Mayoritas Mata Uang Asia Melemah
Rupiah tidak melemah sendirian di kawasan Asia. Sejumlah mata uang lain juga mengalami pelemahan terhadap dolar AS. Berikut rinciannya:
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
- Ringgit Malaysia melemah sebesar 0,14 persen
- Rupee India melemah sebesar 0,09 persen
- Pesso Filipina melemah sebesar 0,05 persen
- Won Korea melemah sebesar 0,05 persen
- Dolar Taiwan melemah sebesar 0,04 persen
Penyebab Pelemahan Rupiah
Menurut pengamat pasar uang, Lukman Leong, pelemahan rupiah dipengaruhi oleh data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan. Data tersebut berasal dari Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTs). Meskipun demikian, Lukman menegaskan bahwa pelemahan rupiah akan terbatas dalam jangka pendek.
Meski dolar AS mendapat dukungan dari data ketenagakerjaan yang positif, sentimen pasar saat ini cenderung hati-hati. Investor cenderung menunggu dan melihat reaksi pasar terhadap data penjualan ritel Indonesia yang akan dirilis dalam waktu dekat, serta hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) malam ini.
Potensi Kenaikan Rupiah
Meskipun dolar AS diperkirakan akan terus menguat, Lukman memperkirakan bahwa pergerakan rupiah akan berada dalam rentang yang terbatas, yaitu antara Rp16.600 hingga Rp16.700 per dolar AS. Di sisi lain, pasar juga memperkirakan bahwa The Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga dalam pertemuan FOMC kali ini. Meskipun demikian, konsensus di pasar menunjukkan bahwa keputusan tersebut kemungkinan besar akan disertai dengan pernyataan hawkish mengenai prospek suku bunga di masa depan.
Rupiah Tetap Tangguh di Tengah Gejolak Dunia
Meskipun mengalami tekanan, rupiah tetap menunjukkan ketangguhannya di tengah gejolak ekonomi global. Hal ini didorong oleh stabilnya kondisi ekonomi domestik dan kebijakan moneter yang terkendali. Bank Dunia pun menyebutkan alasan-alasan yang membuat rupiah tetap stabil meskipun menghadapi tantangan eksternal.