Rupiah turun 0,62% dalam seminggu, ini prediksi pekan depan

admin.aiotrade 21 Des 2025 3 menit 23x dilihat
Rupiah turun 0,62% dalam seminggu, ini prediksi pekan depan

Rupiah Mengalami Penurunan pada Akhir Tahun 2025

Pada Jumat (19/12/2025), nilai tukar rupiah mengalami penurunan sebesar 0,16% terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dengan posisi akhir hari ini di tingkat Rp 16.750 per dolar AS. Dalam sepekan terakhir, rupiah melemah sebesar 0,62% dari posisi Rp 16.646 per dolar AS yang tercatat pada Jumat (12/12/2025).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Sementara itu, berdasarkan data Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah juga mengalami pelemahan harian sebesar 0,07% menjadi Rp 16.735 per dolar AS. Dalam seminggu terakhir, rupiah Jisdor melemah sebesar 0,49% dari posisi Rp 16.652 per dolar AS pada Jumat (12/12/2025).

Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyatakan bahwa rupiah dalam sepekan terakhir cenderung tertekan oleh prospek pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia (BI) dan kebijakan moneter yang longgar dari pemerintah.

Indeks dolar AS sendiri mengalami fluktuasi selama sepekan, dimulai dengan penurunan di awal minggu dan sedikit menguat di akhir pekan, meskipun tidak signifikan. Menurut Lukman, tidak ada data ekonomi penting yang dirilis di penghujung tahun ini, sehingga rupiah diperkirakan masih akan mengalami tekanan namun hanya dapat bertahan karena intervensi BI.

Lukman memproyeksikan bahwa rupiah dalam sepekan ke depan akan bergerak dalam rentang antara Rp 16.600 hingga Rp 16.800 per dolar AS.

Pengaruh Utang Luar Negeri dan Data Ekonomi AS

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi, menambahkan bahwa pergerakan rupiah juga dipengaruhi oleh utang luar negeri (ULN) Indonesia. Pada Oktober 2025, ULN Indonesia tercatat sebesar US$ 423,9 miliar atau setara dengan Rp 7.059,5 triliun (kurs Rp 16.653). Angka ini sedikit menurun dibandingkan dengan posisi ULN pada September 2025 yang mencapai US$ 425,6 miliar.

Secara tahunan, ULN Indonesia tumbuh sebesar 0,3% (yoy), terutama didorong oleh pertumbuhan ULN sektor publik. Posisi ULN pemerintah pada Oktober 2025 tercatat sebesar US$ 210,5 miliar, atau meningkat sebesar 4,7% secara tahunan (yoy).

Selain itu, rupiah juga terpengaruh oleh Indeks Harga Konsumen (CPI) inti AS pada bulan November yang turun ke level terendah sejak awal tahun 2021, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS). Baik CPI utama maupun inti mengalami penurunan, tetapi para ekonom memperingatkan bahwa penutupan pemerintah selama 43 hari dapat mendistorsi beberapa data yang digunakan dalam rilis tersebut.

Ibrahim menyoroti bahwa dengan meredanya inflasi, ekspektasi bahwa The Fed dapat memangkas suku bunga seharusnya meningkat. Namun, pedagang cenderung skeptis karena data pekerjaan yang cukup solid, seperti yang terlihat dari laporan klaim pengangguran awal terbaru.

Proyeksi Pergerakan Rupiah Masa Depan

Ibrahim memproyeksikan bahwa rupiah dalam sepekan ke depan akan bergerak dalam rentang antara Rp 16.700 hingga Rp 16.800 per dolar AS. Hal ini menunjukkan bahwa meski ada tekanan dari berbagai faktor eksternal, rupiah masih memiliki ruang untuk stabil jika BI melakukan intervensi yang tepat.

Perkembangan nilai tukar rupiah pada akhir tahun 2025 menunjukkan tantangan yang cukup besar, baik dari sisi ekonomi domestik maupun global. Namun, dengan kebijakan yang tepat dan stabilitas ekonomi makro, rupiah tetap memiliki peluang untuk kembali pulih dalam jangka menengah.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan