RUPST OCBC NISP 2026: Jadwal dan Rencana Buyback Saham


aiotrade, JAKARTA — PT Bank OCBC NISP Tbk. (NISP) akan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 9 April 2026. Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen OCBC NISP menyampaikan bahwa salah satu agenda utama RUPST adalah rencana pembelian kembali saham perseroan (share buyback) dan pengalihan saham hasil buyback untuk pemberian remunerasi yang bersifat variabel.

“Perseroan akan menyelenggarakan RUPST pada Kamis, 9 April 2026 dengan salah satu agenda adalah rencana pembelian kembali saham Perseroan dan pengalihan saham hasil buyback,” jelas manajemen dalam pernyataannya.

Direktur Bank OCBC NISP, Hartati, menjelaskan bahwa nilai transaksi buyback oleh perseroan diperkirakan mencapai maksimal Rp1 miliar, termasuk komisi perantara pedagang efek dan biaya-biaya lainnya yang terkait. Ia menambahkan bahwa jumlah saham yang akan dibeli kembali sebesar 0,002% dari total saham yang telah dikeluarkan dan disetor penuh atau sekitar 438.000 lembar saham.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pemberian remunerasi yang bersifat variabel atas kinerja tahun 2025 kepada manajemen dan karyawan. Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.45/POJK.03/2015 tentang Penerapan Tata Kelola dalam Pemberian Remunerasi bagi Bank Umum. Selain itu, pelaksanaan buyback juga sesuai dengan POJK No.29/2023 tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Perusahaan Terbuka serta akan dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Hartati meyakini bahwa aksi korporasi ini tidak akan memberikan dampak negatif secara material terhadap kegiatan usaha perseroan. Pasalnya, OCBC NISP memiliki modal kerja dan arus kas yang cukup untuk melakukan pembiayaan transaksi sekaligus menjalankan kegiatan usaha perseroan.

Kinerja Keuangan 2025

Selama tahun 2025, OCBC NISP berhasil membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp5,1 triliun, meningkat 4% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp4,9 triliun. Kenaikan ini terutama didorong oleh peningkatan pendapatan operasional sebesar 10% menjadi Rp13,1 triliun hingga Desember 2025.

Dari sisi intermediasi, OCBC NISP mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp173,4 triliun. Realisasi ini meningkat 2% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kualitas kredit bank tetap terjaga baik, ditunjukkan oleh rasio NPL Gross yang terkendali di level 1,9%. Rasio pencadangan NPL juga memadai sebesar 226,0%.

Kondisi likuiditas bank juga tetap stabil. Pada 2025, Liquidity Coverage Ratio (LCR) tercatat sebesar 240,9%. Dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun perseroan tumbuh 18% YoY menjadi Rp243,5 triliun, naik dari Rp205,9 triliun pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan DPK ini utamanya didorong oleh pertumbuhan giro dan tabungan (Current Account Saving Account/CASA) sebesar 24% YoY menjadi Rp141,1 triliun. Peningkatan tersebut mendorong rasio CASA naik menjadi 58,0% dibandingkan 55,3% pada tahun sebelumnya.

Dari sisi permodalan, tingkat kecukupan modal Bank (Capital Adequacy Ratio/CAR) juga meningkat menjadi 24,5% dari 23,6% pada tahun sebelumnya. Tingkat CAR ini memberikan ruang yang memadai untuk mendukung pertumbuhan usaha ke depan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan