
aiotrade, JAKARTA - Rusia berhasil melakukan uji coba rudal jelajah Burevestnik bertenaga nuklir yang diklaim mampu menembus semua perisai pertahanan. Uji coba ini dilakukan bersamaan dengan latihan nuklir yang diadakan pada minggu lalu, yang dianggap sebagai pesan dari Rusia bahwa negara tersebut tidak akan tunduk pada tekanan Barat terkait konflik di Ukraina.
Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengumumkan bahwa rudal bertenaga nuklir tersebut akan segera dikerahkan. Dalam sebuah pertemuan dengan para jenderal yang bertanggung jawab atas operasi militer di Ukraina, Putin menyatakan bahwa Burevestnik adalah senjata unik yang tidak dimiliki oleh siapa pun di dunia. Ia juga mengenakan seragam kamuflase dalam pertemuan tersebut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Jenderal Valery Gerasimov, Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia, memberikan laporan kepada Putin bahwa uji coba rudal tersebut berlangsung pada 21 Oktober 2025. Rudal tersebut menempuh jarak sejauh 14.000 km (8.700 mil) dan berada di udara selama sekitar 15 jam. Menurut pihak Rusia, 9M730 Burevestnik atau yang dikenal dengan nama SSC-X-9 Skyfall oleh NATO, tidak dapat dikalahkan oleh sistem pertahanan rudal saat ini maupun di masa depan.
Klaim ini didasarkan pada kemampuan rudal untuk memiliki jangkauan hampir tak terbatas dan jalur penerbangan yang sulit diprediksi. Meski demikian, ada ketidakpastian tentang apakah senjata ini benar-benar bisa mencapai targetnya. Sejak pertama kali diumumkan pada 2018, Putin telah menyatakan bahwa Burevestnik adalah respons terhadap langkah AS dalam membangun perisai pertahanan rudal setelah menarik diri dari Perjanjian Rudal Anti-Balistik 1972 pada 2001.
Putin juga mengatakan bahwa ia pernah diberitahu oleh para ahli Rusia bahwa senjata ini mungkin tidak akan pernah terwujud. Namun, kini uji coba krusial telah selesai, dan ia meminta agar Rusia memahami cara mengklasifikasikan senjata tersebut serta mempersiapkan infrastruktur untuk pengerahannya.
Uji coba dan pengumuman oleh Putin dinilai sebagai sinyal kuat kepada Barat, khususnya kepada Presiden AS Donald Trump yang dianggap lebih tegas terhadap Rusia. Meski begitu, Gedung Putih belum memberikan komentar resmi terkait senjata nuklir Rusia ini.
Poin-Poin Penting Mengenai Uji Coba Rudal Burevestnik
- Jangkauan Luas: Rudal Burevestnik mampu menempuh jarak hingga 14.000 km, yang membuatnya sangat efektif untuk operasi jarak jauh.
- Durasi Terbang: Selama uji coba, rudal berada di udara selama sekitar 15 jam, menunjukkan kemampuan navigasi dan daya tahan yang tinggi.
- Kemampuan Menghindari Pertahanan: Pihak Rusia mengklaim bahwa senjata ini tidak dapat dikalahkan oleh sistem pertahanan rudal saat ini maupun di masa depan.
- Sikap Politik: Pengumuman uji coba ini dianggap sebagai pesan politik dari Rusia kepada Barat, khususnya AS, terkait konflik di Ukraina.
- Respon Internasional: Sampai saat ini, tidak ada respons langsung dari pihak AS terkait pengembangan senjata nuklir Rusia ini.
Tantangan dan Kekhawatiran
Meskipun klaim Rusia terdengar meyakinkan, banyak ahli militer dan ilmuwan yang meragukan kemampuan Burevestnik sepenuhnya. Beberapa alasan utama termasuk:
- Teknologi Nuklir: Penggunaan tenaga nuklir dalam rudal ini masih menjadi tantangan teknis, karena harus memastikan keamanan dan stabilitas selama penerbangan.
- Kemampuan Sistem Pertahanan: Meski Rusia mengklaim bahwa Burevestnik tidak bisa dikalahkan, beberapa sistem pertahanan modern seperti Aegis dan Patriot telah menunjukkan kemampuan untuk melawan rudal jarak jauh.
- Ketidakpastian Operasional: Masih ada keraguan apakah senjata ini benar-benar siap digunakan dalam skala besar, terutama karena uji coba hanya dilakukan sekali.
Masa Depan Senjata Nuklir
Pengembangan senjata nuklir seperti Burevestnik menunjukkan bahwa persaingan militer antara negara-negara besar semakin intens. Hal ini juga memicu kekhawatiran global terkait kestabilan keamanan internasional. Di tengah situasi ini, penting bagi negara-negara untuk terus berkomunikasi dan mencari solusi damai guna mencegah eskalasi konflik.