Saat Investor Asing Lepas Saham BBCA dan BMRI di Tahun 2025

admin.aiotrade 17 Des 2025 3 menit 15x dilihat
Saat Investor Asing Lepas Saham BBCA dan BMRI di Tahun 2025


aiotrade, JAKARTA — Pada tahun 2025, beberapa saham perbankan besar seperti PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) menjadi yang paling banyak dijual oleh investor asing. Pertanyaannya adalah bagaimana perkembangan saham-saham tersebut pada tahun 2026?

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), pasar saham Indonesia mencatatkan nilai jual bersih atau net sell asing sebesar Rp26,35 triliun sepanjang 2025 berjalan (year to date/ytd), yaitu sejak perdagangan perdana 2025 hingga perdagangan menjelang akhir tahun, Selasa (16/12/2025).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Beberapa saham menjadi target utama penjualan investor asing selama 2025, terutama saham bank jumbo. Contohnya, saham BBCA mencatatkan net sell asing sebesar Rp27,2 triliun sepanjang tahun ini. Sementara itu, saham BMRI mencatatkan net sell asing sebesar Rp13,83 triliun.

Selain bank jumbo, saham lainnya juga mengalami penjualan besar-besaran dari investor asing. Salah satunya adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) dengan net sell asing sebesar Rp7,93 triliun dan PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) yang mencatatkan net sell asing sebesar Rp4,24 triliun.

Di luar sektor perbankan, saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) juga menjadi salah satu yang paling banyak dijual asing dengan nilai net sell sebesar Rp3,07 triliun. Sementara itu, saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) mencatatkan net sell asing sebesar Rp2,2 triliun.

Menurut Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori, Ekky Topan, arus dana asing yang keluar dari saham bank jumbo pada 2025 dipengaruhi oleh tren suku bunga acuan yang masih tinggi. Namun, ia memprediksi bahwa aliran dana asing akan mulai bergeser kembali ke sektor perbankan jumbo pada 2026.

"Kemungkinan besar, arah aliran dana asing pada 2026 akan kembali ke saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya sektor perbankan," ujar Ekky kepada Bisnis pada Selasa (16/12/2025).

Pola pergeseran ini sudah mulai terlihat sejak akhir 2025. Saat ini, saham BBCA dan BMRI mulai menunjukkan peningkatan beli bersih atau net buy asing dalam jumlah besar. Contohnya, saham BMRI mencatatkan net buy asing sebesar Rp3,15 triliun dan BBCA mencatatkan net buy asing sebesar Rp451,51 miliar dalam sebulan terakhir.

Kondisi ini menunjukkan awal dari proses rebalancing setelah hampir setahun asing tidak melakukan banyak pergerakan dan lebih fokus pada sektor-sektor non-bank.

Pada 2026, peluang aliran dana asing masuk ke saham bank jumbo semakin kuat, terutama karena tiga faktor utama:

  1. Lingkungan suku bunga global yang lebih rendah menjadi katalis penting. Perbankan sangat sensitif terhadap penurunan biaya dana, baik melalui margin bunga bersih (net interest margin/NIM) maupun melalui sentimen investor.

  2. Dari sisi makro domestik, prospek pertumbuhan kredit, stabilitas rupiah, serta ekspektasi penurunan BI Rate menjadi kombinasi yang kondusif bagi sektor perbankan.

  3. Valuasi saat ini masih menarik. BBCA dan BMRI berada di bawah rata-rata valuasi historisnya, sehingga ada ruang untuk re-rating jika laba kembali tumbuh positif pada 2026.

Analis Kiwoom Sekuritas, Miftahul Khaer, menilai bahwa pada 2026 pergerakan dana asing akan cenderung lebih selektif dan berbasis fundamental. Ia menilai bahwa hal ini sejalan dengan meredanya ketidakpastian suku bunga global serta ekspektasi pelonggaran moneter lanjutan dari The Fed dan Bank Indonesia.

Menurutnya, saham-saham bank jumbo seperti BBCA dan BMRI diproyeksikan kembali mendapatkan aliran dana asing pada 2026. Indikasi tersebut mulai terlihat pada akhir 2025, ketika arus dana asing perlahan kembali masuk ke saham perbankan besar.

“Kembalinya arus dana asing ke bank jumbo seperti BBCA dan BMRI di akhir 2025 ini kami kira sebagai sinyal awal rebalancing, dan berpotensi berlanjut pada 2026 apabila pertumbuhan katalis seperti kredit yang mulai membaik, kualitas aset, dan margin profitabilitas yang mulai rebound,” ujar Miftahul.

Adapun sentimen yang diperkirakan memengaruhi pergerakan dana asing pada 2026 antara lain stabilitas nilai tukar rupiah, arah kebijakan suku bunga global, prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia, serta dinamika perang dagang global.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan