Saat Relawan Butuh Paspor untuk Tiba di Wilayah Bencana Sumatra

admin.aiotrade 20 Des 2025 3 menit 15x dilihat
Saat Relawan Butuh Paspor untuk Tiba di Wilayah Bencana Sumatra

Keluhan Relawan dalam Mendapatkan Tiket Pesawat untuk Bantuan Bencana

Relawan yang berupaya memberikan bantuan kemanusiaan di wilayah bencana Aceh dan Sumatera Utara mengeluhkan kesulitan dalam memperoleh tiket pesawat untuk rute Jakarta-Medan. Penerbangan langsung atau direct flight yang menjadi pilihan utama untuk mencapai lokasi terdekat dari Jakarta terbatas, sehingga mereka harus memilih jalur alternatif seperti via Kuala Lumpur atau Aceh.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Salah satu relawan, Ahmad Dzaki Ali, pendiri Yayasan Gerak Bareng, menyampaikan keluhan ini melalui media sosial. Ia rencananya akan bergabung dengan tim yang terdiri dari delapan orang, termasuk psikolog, konselor, dan tenaga psikososial, untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke wilayah bencana pada 23 Desember 2025 dari Medan, Sumatera Utara.

Namun, menurut Dzaki, tidak ada penerbangan langsung Jakarta-Medan yang tersedia pada tanggal tersebut. Seluruh penerbangan kelas ekonomi hanya bisa dilakukan melalui Kuala Lumpur. Akibatnya, ia memutuskan untuk terbang ke Medan melalui Malaysia karena memiliki paspor. Sementara itu, mobilnya dikirim ke Belawan semalam dari pelabuhan Subang.

"Kami tetap ke Medan via Malaysia karena saya punya paspor. Mobil saya juga berlabuh di Belawan semalam kirim dari pelabuhan Subang," ujar Dzaki saat dihubungi aiotrade.co.id, Jumat (19/12).

Perjalanan Tim Relawan yang Berbeda

Anggota tim lainnya, menurut Dzaki, terpaksa melakukan perjalanan ke Aceh dan kemudian menggunakan jalur darat ke Medan. Hal ini dilakukan karena seluruh logistik dikirim melalui jalur darat dan laut ke Medan. Mereka harus berkumpul terlebih dahulu di kota tersebut sebelum bergerak ke daerah-daerah yang terkena dampak bencana.

"Teman-teman rencananya akan masuk ke Bener Meriah, Lhoksukon, Langsa, Aceh Tamiang meski posko kami juga ada di Bireun," kata dia.

Berdasarkan pantauan aiotrade.co.id di agen perjalanan daring Traveloka pada Jumat (19/12), tidak ada tiket pesawat penerbangan langsung rute Jakarta-Medan kelas ekonomi yang tersedia hingga Sabtu (28/12). Penerbangan langsung untuk rute tersebut hanya tersedia untuk kelas bisnis dengan harga berkisar Rp 9 juta hingga Rp 10 juta.

Sedangkan untuk kelas ekonomi, hanya tersedia penerbangan tidak langsung melalui Kuala Lumpur, Malaysia yang dibanderol dengan harga mulai Rp 1,78 juta. Adapun tiket pesawat penerbangan langsung rute Jakarta-Medan untuk kelas ekonomi dengan harga normal atau mulai Rp 1,5 juta tersedia pada Minggu (29/12).

Perbandingan dengan Situasi Bencana Sebelumnya

Dzaki, yang sudah menjadi relawan sejak usia belasan tahun, termasuk saat gempa dan tsunami di Aceh dan Palu melanda, mengatakan situasi saat ini lebih menyulitkan bagi relawan.

"Dulu pemerintah menyiapkan pesawat Hercules untuk mengirim relawan. Seperti waktu bencana di Palu, kami bisa dengan mudah mengakses layanan ini. Cargo untuk bantuan pun diskon," ujar dia.

Saat ini, menurut Dzaki, masih ada layanan kargo bantuan melalui Kapal Republik Indonesia (KRI) yang dioperasikan oleh TNI Angkatan Laut. Namun, penyaluran bantuan menggunakan kapal membutuhkan waktu 5-7 hari untuk mencapai titik lokasi.

"Dulu, cargo maskapai bisa dapat diskon. Sekarang tidak ada. Ov er dikit, ya tetap harus bayar walaupun untuk kemanusiaan," ujar dia.

Pentingnya Peran Relawan dalam Penanganan Bencana

Peran relawan menjadi sangat krusial dalam penanganan bencana di Sumatra. Saat ini, menurut Dzaki, masih ada wilayah-wilayah yang aksesnya hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki. Mereka pun masih membutuhkan bantuan untuk dapat bertahan. Dengan tantangan seperti ini, keberadaan relawan menjadi faktor penting dalam memastikan bantuan kemanusiaan sampai ke tangan korban bencana.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan