
Penguatan IHSG Ditopang Kinerja Sektor Perbankan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup pada zona hijau atau mengalami kenaikan sebesar 84,90 poin (1,04 persen) dengan berada di level 8.250,93. Bahkan, IHSG sempat mencapai rekor tertinggi intraday sepanjang masa, yaitu pada sesi kedua kemarin yang mencatat titik tertinggi di level 8.272,63.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Penguatan IHSG tidak lepas dari kinerja sektor perbankan, khususnya bank-bank dengan kapitalisasi pasar besar yang secara kompak menguat. Pemimpin penguatan ini adalah bank-bank milik negara dan bank swasta dengan kapitalisasi pasar besar.
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menjadi salah satu saham yang paling dominan dalam pertumbuhan IHSG. Saham BBNI naik sebesar 4,06 persen atau setara 160 poin ke level 4.100. Dalam sebulan terakhir, saham BBNI mengalami penurunan sebesar 1,91 persen (80 persen) dari posisi awal di 4.180.
Sementara itu, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI juga mengalami kenaikan sebesar 3,76 persen (140 poin) ke level 3.860. Dalam sebulan terakhir, saham BBRI bangkit dari penurunan 1,03 persen (40 poin) dari posisi semula di level 3.900.
Selanjutnya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang merupakan bank pelat merah dengan logo pita emas mencatat lonjakan saham sebesar 3,29 persen (140 poin) ke level 4.390. Saham BMRI dalam sebulan telah melemah sebesar 2,23 persen (100 poin) dibandingkan posisi awal pada level 4.490.
Sementara itu, saham bank swasta terbesar, yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), juga menguat sebesar 2,37 persen (175 poin) ke level 7.550. Saham BBCA juga berhasil bangkit dari tren melemah sebulan belakangan. Dalam sebulan terakhir, saham BBCA turun sebesar 1,95 persen (150 poin) dari level awal di kisaran 7.700.
Data Perdagangan dan Pergerakan Pasar Regional
Secara umum, data perdagangan pada penutupan kemarin menunjukkan bahwa sebanyak 433 saham melaju di zona hijau dan 229 saham berada di zona merah. Sementara itu, sebanyak 135 saham lainnya stagnan. Jumlah transaksi sore ini mencapai Rp 30,27 triliun dengan volume 37,67 miliar saham.
Di tingkat regional, pasar saham kawasan ditutup bervariasi. Indeks Strait Times mengalami penurunan sebesar 0,35 persen (15,79 poin) di level 4.440,50. Sementara itu, Shanghai Composite mengalami kenaikan sebesar 1,32 (51,18 poin) di level 3.933,96.
Pasar saham Jepang juga mengalami penguatan, dengan indeks Nikkei 225 naik sebesar 1,75 persen (835,39 poin) di level 48.570,39. Sementara itu, Hang Seng mengalami penurunan sebesar 0,29 persen (76,87 poin) di level 26.752,58.