
Pergerakan Saham Sektor Perbankan
Pada penutupan perdagangan Senin (10/11/2025), saham-saham perbankan yang berkapitalisasi pasar besar atau big banks terpantau lesu. Hal ini menunjukkan bahwa sektor tersebut masih menghadapi tekanan dari berbagai faktor, termasuk kinerja keuangan kuartal III-2025 yang cenderung bervariasi.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Berikut adalah pergerakan beberapa saham bank besar:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Turun 1,15% menjadi Rp 8.575
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI): Melemah 0,42% di level Rp 4.370
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI): Turun 1,26% menjadi Rp 3.930
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI): Terkoreksi 1,78% menjadi Rp 4.420
Menurut analis Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, pergerakan saham sektor perbankan saat ini masih dipengaruhi oleh kinerja keuangan kuartal III-2025 yang tidak konsisten. Beberapa bank besar mencatatkan penurunan laba, yang membuat pelaku pasar lebih waspada terhadap arah kebijakan suku bunga dan potensi perlambatan kredit pada kuartal IV-2025.
Selain itu, investor asing juga sedang melakukan rotasi portofolio ke sektor lain seperti komoditas dan konsumsi. Meskipun demikian, Wafi menilai bahwa sektor perbankan tetap memiliki prospek yang menarik dalam jangka menengah hingga panjang.
Potensi Akumulasi Jangka Menengah Hingga Panjang
Dari sisi valuasi, Wafi menjelaskan bahwa rasio price to book value (PBV) rata-rata bank besar masih berada di kisaran 1,8–2 kali. Bahkan, saham BBNI dan BBRI masih diperdagangkan di bawah level historisnya. Hal ini menunjukkan bahwa harga saham bank besar masih relatif murah.
“Jadi buat jangka menengah hingga panjang, kondisi ini justru bisa menjadi momentum yang bagus untuk melakukan akumulasi,” ujarnya.
Wafi merekomendasikan beberapa saham bank besar dengan target harga masing-masing:
- BBCA: Target harga Rp 10.200
- BMRI: Target harga Rp 6.000
- BBNI: Target harga Rp 5.400
- BBRI: Target harga Rp 5.600
Dengan pertimbangan nilai saham yang relatif murah dan prospek jangka panjang yang menarik, investor dapat mempertimbangkan untuk melakukan akumulasi pada saham-saham tersebut.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Saham Perbankan
Beberapa faktor utama yang memengaruhi pergerakan saham sektor perbankan antara lain:
- Kinerja keuangan kuartal III-2025 yang bervariasi
- Arah kebijakan suku bunga yang masih dinamis
- Potensi perlambatan kredit pada kuartal IV-2025
- Rotasi portofolio investor asing ke sektor lain
Meskipun ada tekanan dari faktor-faktor tersebut, sektor perbankan tetap menawarkan prospek yang menarik bagi investor jangka menengah hingga panjang.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, meskipun saham-saham perbankan sedang menghadapi tekanan, situasi ini justru bisa menjadi kesempatan bagi investor untuk melakukan akumulasi. Dengan valuasi yang relatif murah dan prospek yang menjanjikan, sektor perbankan tetap menjadi pilihan yang menarik dalam portofolio investasi.