
Kinerja Saham Baru di Bursa Efek Indonesia (BEI) Terpantau Fluktuatif
Setelah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), kinerja saham PT Super Bank Indonesia Tbk. (SUPA) terpantau fluktuatif. Pada beberapa hari perdagangan awal, SUPA sempat menyentuh level auto rejection atas (ARA). Namun, saat ini, saham tersebut masuk dalam daftar 10 top losers IHSG periode 22–24 Desember 2025.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
SUPA baru saja melantai di BEI pada 17 Desember 2025 dengan harga Rp635 per saham. Hanya butuh dua hari perdagangan bagi saham ini untuk mengalami kenaikan harga ke level Rp1.230 per saham. Namun, selama tiga hari perdagangan Bursa pada periode pekan Natal 22–24 Desember 2025, harga saham SUPA terkoreksi hingga 24,80% ke level Rp925 per saham. Posisi ini menempatkan SUPA dalam urutan ketiga 10 top losers IHSG sepekan terakhir.
Selain SUPA, kinerja PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk. (PJHB) juga tidak kalah berbeda. Setelah melantai di Bursa pada 6 November 2025 dengan harga Rp330 per saham, kinerja PJHB cenderung mengalami penurunan. Meskipun sempat naik ke level Rp1.000 dalam beberapa hari perdagangan selepas IPO, harga saham PJHB cenderung mencatatkan pelemahan dan ambles 37,85% sepanjang pekan ini. Kondisi ini membuat PJHB berada di urutan pertama di BEI yang mengalami koreksi terdalam selama sepekan.
Daftar Saham Top Losers di Bursa Efek Indonesia
Jajaran 10 top losers IHSG selama sepekan juga diisi oleh beberapa saham lainnya. Berikut adalah daftar lengkapnya:
- PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk. (CSIS) – terkoreksi 27,78%
- PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk. (SMLE) – terkoreksi 22,60%
- PT Buana Artha Anugerah Tbk. (STAR) – mengalami penyusutan 22,57%
- PT Pudjiadi Prestige Tbk. (PUDP) – terkoreksi 21,61%
- PT Urban Jakarta Propertindo Tbk. (URBN) – terkoreksi 21,09%
- PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk. (PORT) – terkoreksi 20,86%
- PT Golden Flower Tbk. (POLU) – terkoreksi 20,49%
- PT Estetika Tata Tiara Tbk. (BEEF) – terkoreksi 19,61%
Selama tiga hari perdagangan Bursa, saham-saham tersebut mengalami penurunan signifikan. Hal ini menunjukkan adanya tekanan di pasar modal selama periode Natal.
Kondisi Pasar Saat Ini
Selama sepekan singkat periode 22–24 Desember 2025, kinerja IHSG turut lesu. Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan bahwa IHSG selama sepekan ditutup mengalami penurunan 0,83% pada posisi 8.537,91 dari 8.609,55 pada pekan sebelumnya.
Penurunan juga terjadi pada kapitalisasi pasar Bursa sebesar 1,17% menjadi Rp15.603 triliun dari Rp15.788 triliun pada pekan sebelumnya. Rata-rata frekuensi transaksi harian mengalami perubahan (penurunan) yaitu sebesar 2,23% menjadi 2,74 juta kali transaksi, dari 2,80 juta kali transaksi pada pekan lalu.
Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) Bursa Efek Indonesia pekan ini mengalami penurunan sebesar 30,91% menjadi Rp23,7 triliun dari Rp34,3 triliun pada penutupan pekan lalu. Selain itu, rata-rata volume transaksi harian Bursa pada pekan ini juga lebih lengang dengan penurunan sebesar 18,44% menjadi 38,34 miliar saham dari 47 miliar saham pada penutupan pekan lalu.
Aktivitas Investor Asing
Investor asing pada Rabu (24/12/2025) mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp2,45 triliun dan sepanjang 2025 investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp18,36 triliun.
Kesimpulan
Kinerja saham baru di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpantau fluktuatif. Beberapa emiten yang baru melantai mengalami penurunan signifikan selama periode Natal. Kondisi ini mencerminkan tekanan di pasar modal akibat berbagai faktor eksternal dan internal. Investor diminta untuk tetap waspada dan memperhatikan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.