
Arus Masuk Dana Asing yang Menggembirakan
Pasar saham Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif pada paruh kedua tahun 2025. Hal ini terlihat dari arus masuk atau inflow dana asing yang cukup signifikan. Banyak investor asing tertarik untuk membeli saham-saham besar atau big caps, seperti PT Astra International Tbk. (ASII) dan PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), pasar saham Indonesia mencatatkan nilai beli bersih atau net buy asing sebesar Rp2,45 triliun pada perdagangan menjelang akhir tahun, yaitu pada hari Rabu (24/12/2025). Selain itu, nilai jual bersih atau net sell asing sepanjang tahun 2025 dapat dikurangi.
"Secara keseluruhan, pasar saham Indonesia mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp18,36 triliun sepanjang tahun 2025," kata Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad dalam keterangan tertulisnya beberapa waktu lalu.
Arus masuk dana asing telah terjadi sejak pertengahan tahun hingga saat ini. Pasar saham Indonesia mencatatkan net buy asing sebesar Rp34,93 triliun dalam enam bulan terakhir.
Beberapa saham menjadi incaran investor asing pada paruh kedua tahun 2025. Contohnya, saham ASII mencatatkan net buy asing sebesar Rp6,53 triliun dalam enam bulan terakhir. Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) juga mencatatkan net buy asing sebesar Rp6,66 triliun sepanjang enam bulan terakhir. Lalu, saham TLKM mencatatkan net buy asing sebesar Rp6,24 triliun selama periode yang sama.
Selain itu, saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) mencatatkan net buy asing sebesar Rp2,84 triliun sepanjang enam bulan terakhir.
Faktor-Faktor yang Mendorong Arus Dana Asing
Equity Research Analyst OCBC Sekuritas Farell Nathanael menyatakan bahwa aliran dana asing masuk dengan deras pada paruh kedua tahun ini, didorong oleh beberapa faktor. "Bank Indonesia terus memotong suku bunga. Uang yang diperoleh dari suku bunga yang rendah akan dialokasikan ke aset-aset berisiko, dibandingkan aset yang tidak berisiko," ujar Farell beberapa waktu lalu.
Selain itu, adanya stimulus dari pemerintah juga turut memengaruhi minat investor asing. Fundamental perusahaan pun masih kuat, sehingga menarik perhatian investor asing.
Nafan Aji Gusta, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, memperkirakan bahwa tren aliran dana asing yang deras sejak Oktober 2025 akan terus berlanjut hingga akhir tahun. "Ditambah ada ekspektasi dari fenomena window dressing dan santa claus rally. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa terus bullish. Secara historis, November dan Desember biasanya bullish, dan bisa berlanjut ke Januari tahun depan," ujar Nafan.
Window dressing adalah strategi manajer investasi untuk mempercantik kinerja portofolio sebelum dilaporkan kepada investor. Sementara, santa claus rally merujuk pada tren kenaikan harga saham yang sering terjadi pada pekan terakhir Desember.
Stimulus dan Aksi Korporasi yang Meningkatkan Minat Investor
Selain itu, ada aksi korporasi emiten seperti pembelian kembali saham atau buyback. Kinerja emiten per kuartal III/2025 pun diapresiasi pasar. Sejumlah kebijakan stimulus fiskal dari pemerintah juga akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. aiotrade tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.