
Penguatan IHSG Dikawal oleh Saham Lapis Kedua Hingga Keempat
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada tahun 2025 mengalami penguatan yang signifikan, dengan kenaikan sebesar 22,17% sepanjang tahun. Namun, penguatan ini tidak sepenuhnya didorong oleh saham-saham keping biru. Sebaliknya, saham-saham lapis kedua hingga keempat menjadi penggerak utama dalam pergerakan indeks tersebut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pada akhir perdagangan Senin (15/12/2025), IHSG ditutup melemah sebesar 0,13% ke level 8.649,66. Meski demikian, secara keseluruhan, indeks komposit ini tetap menunjukkan pertumbuhan yang positif sepanjang tahun. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat fluktuasi harian, tren jangka panjang tetap cenderung naik.
Salah satu faktor yang memengaruhi kinerja IHSG adalah kinerja saham-saham keping biru. Contohnya, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang terkoreksi sebesar 14,12% dan berkontribusi pada penurunan IHSG sebanyak 76,36 poin. Sementara itu, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga turut serta dalam penurunan indeks, dengan menggerus IHSG sebesar 66,28 poin. Selama tahun 2025, saham BMRI telah melemah sebesar 12,46%.
Menurut Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, saham-saham yang menguat selama tahun ini cenderung berasal dari kelompok konglomerasi atau saham lapis kedua hingga keempat. Ia menyatakan bahwa perbedaan sentimen global dan domestik sangat memengaruhi arah pergerakan indeks. Selain itu, rotasi sektor menjadi faktor penting dalam menentukan sektor mana yang akan menjadi penggerak pasar.
“Sektor teknologi yang pada tahun lalu kurang diminati investor, namun pada tahun ini sektor tersebut justru menjadi salah satu penopang utama kenaikan IHSG,” ujarnya kepada aiotrade, Minggu (14/12/2025).
Memang, indeks IDX sektor Teknologi mencatatkan kinerja yang sangat positif sepanjang tahun 2025. Hingga akhir perdagangan Senin (15/12), indeks tersebut melesat sebesar 157,64%. Ini menunjukkan bahwa minat investor terhadap sektor teknologi meningkat pesat dalam beberapa bulan terakhir.
Namun, meskipun sektor teknologi tampil dominan, Nico menilai beberapa saham keping biru masih menarik untuk diperhatikan. Misalnya, BBCA, BBNI, BBRI, BMRI, BBTN, dan BRIS. Selain itu, saham ritel dan konsumer seperti ACES, AMRT, MAPA, MAPI, serta saham komoditas seperti ANTM dan emiten teknologi juga memiliki potensi yang menarik menjelang akhir tahun.
Berikut beberapa saham yang patut dipantau:
- Saham keping biru: BBCA, BBNI, BBRI, BMRI, BBTN, BRIS
- Saham ritel dan konsumer: ACES, AMRT, MAPA, MAPI
- Saham komoditas dan teknologi: ANTM, serta emiten teknologi lainnya
Perlu diingat bahwa strategi investasi harus disesuaikan dengan profil risiko masing-masing investor. Pemantauan terhadap pergerakan pasar dan analisis fundamental maupun teknikal tetap menjadi kunci dalam pengambilan keputusan investasi.
Dengan situasi pasar yang dinamis, para investor perlu tetap waspada dan siap mengambil peluang yang muncul di tengah perubahan kondisi pasar.