Saham BREN dan BRMS Berpeluang Masuk Indeks MSCI, KLBF Terancam Tersingkir

admin.aiotrade 09 Okt 2025 3 menit 9x dilihat
Saham BREN dan BRMS Berpeluang Masuk Indeks MSCI, KLBF Terancam Tersingkir


Pasar modal Indonesia kembali menjadi sorotan setelah sejumlah saham emiten nasional memiliki peluang untuk masuk ke dalam jajaran konstituen indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI). Peninjauan berkala indeks global ini akan dilakukan pada 5 November 2025, dengan penerapan efektif berlangsung pada 25 November 2025. Hal ini menandai momen penting bagi para investor dan perusahaan yang ingin memperkuat posisi di pasar modal internasional.

Kandidat Kuat Masuk MSCI

Beberapa saham dari kelompok konglomerasi besar menjadi kandidat kuat untuk masuk indeks MSCI. Salah satunya adalah PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), yang dimiliki oleh Prajogo Pangestu. Selain itu, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang berada di bawah naungan grup Bakrie juga dinilai memiliki potensi besar.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut Head of Research Samuel Sekuritas Indonesia, Prasetya Gunadi, BREN memiliki peluang besar untuk masuk ke dalam indeks MSCI karena langkah manajemen yang meningkatkan porsi saham yang beredar di publik atau free float. Saat ini, nilai free float adjusted market cap (FFMC) BREN telah mencapai US$ 3,5 miliar, sedikit di atas ambang batas minimum US$ 3,1 miliar. Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian selama 12 bulan terakhir mencapai US$ 12,9 juta, jauh melampaui batas minimum US$ 2,5 juta.

Sementara itu, BRMS juga dinilai berpotensi naik kelas dari MSCI Small Cap Index ke MSCI Global Standard Index. Harga saham BRMS yang sudah menembus Rp 955 pada 8 Oktober 2025, berada di atas syarat minimum Rp 800 per saham. “Nilai transaksi harian BRMS selama 12 bulan terakhir sangat kuat, mencapai US$ 22,1 juta,” ujar Prasetya dalam risetnya.

EMTK sebagai Kandidat Lain

Selain BREN dan BRMS, satu nama lagi yang disebut sebagai kandidat adalah PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK). Menurut Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas, Fath Aliansyah Budiman, meskipun BREN dan BRMS telah memenuhi syarat free float market cap dan likuiditas, EMTK masih membutuhkan kenaikan harga hingga minimal Rp 1.700–Rp 1.800 per saham agar dapat masuk ke daftar kandidat pada periode November 2025.

Fath menjelaskan bahwa EMTK masih membutuhkan waktu untuk memenuhi syarat. “Masih perlu waktu. EMTK berpotensi menguat jika salah satu portofolionya, yakni Superbank, melakukan IPO,” katanya. Ia menekankan bahwa meski EMTK memiliki prospek, investor tetap harus mewaspadai kemungkinan koreksi jangka pendek jika saham ini gagal masuk indeks.

Rekomendasi Investasi

Dari sisi strategi investasi, Retail Research Analyst Sinarmas Sekuritas, Cindy Alicia Ramadhania, menyarankan pelaku pasar untuk memperhatikan pergerakan transaksi asing dalam periode tertentu. Ia memberikan rekomendasi buy on weakness untuk BREN, dengan target harga di kisaran Rp 10.100 hingga Rp 10.650.

Potensi Pasar Modal Indonesia

Dengan berbagai dinamika tersebut, para analis menilai bahwa peninjauan MSCI kali ini akan menjadi momentum penting bagi saham-saham unggulan Indonesia. Jika berhasil masuk, emiten-emiten tersebut berpotensi menarik lebih banyak aliran dana asing dan memperkuat likuiditas di pasar. Hal ini tentu akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan stabilitas pasar modal nasional.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan