Saham BUMI dan GOTO Dibuang Asing: Investor Panik, Tapi Ada yang Untung Besar!

admin.aiotrade 12 Nov 2025 2 menit 15x dilihat
Saham BUMI dan GOTO Dibuang Asing: Investor Panik, Tapi Ada yang Untung Besar!
Saham BUMI dan GOTO Dibuang Asing: Investor Panik, Tapi Ada yang Untung Besar!

Bursa Saham Kembali Ricuh, Dua Saham Populer Terpuruk

Bursa saham Indonesia kembali mengalami ketidakstabilan setelah dua saham yang cukup populer, yaitu BUMI dan GOTO, mengalami penurunan tajam. Hal ini memicu perhatian luas dari para investor dan warganet di berbagai forum investasi. Beberapa pengguna media sosial menulis bahwa situasi ini terasa seperti pengulangan kejadian tahun 2022, di mana keluarnya dana asing langsung menyebabkan harga saham anjlok.

BUMI Tertekan, Aksi Jual Asing Menggila

Data perdagangan menunjukkan bahwa investor asing melakukan aksi jual besar-besaran terhadap saham BUMI dalam seminggu terakhir. Mereka melepas lebih dari 130 juta saham, yang menyebabkan harga saham sempat turun hingga Rp149 per saham. Meskipun akhirnya mengalami sedikit rebound, tekanan jual tetap terasa signifikan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Seorang analis pasar modal menyampaikan bahwa aksi jual asing mungkin dipicu oleh kekhawatiran terhadap harga komoditas global dan ketidakpastian kebijakan ekspor batu bara. Namun, ada juga indikasi bahwa beberapa investor institusi mulai membeli saham BUMI pada harga yang relatif rendah. “Asing sering kali menjual terlebih dahulu, lalu membeli lagi saat harga murah. Itu adalah strategi besar,” ujar Rudi, seorang trader ritel di kawasan Sudirman.

GOTO Turun, Tapi Dilirik Investor Global

Sementara itu, saham GOTO juga mengalami penurunan yang cukup signifikan. Pada sesi perdagangan akhir Oktober, saham ini menjadi top net sell. Namun, hal yang menarik adalah beberapa pekan kemudian, investor global seperti BlackRock dan JPMorgan terlihat membeli jutaan lembar saham GOTO. Hal ini menciptakan sentimen pasar yang bercampur antara rasa cemas dan penasaran.

“Jika dana asing besar mulai masuk, biasanya ada rencana jangka panjang,” tulis salah satu anggota komunitas saham daring. Selain itu, rumor tentang merger antara GOTO dan Grab kembali muncul, memberikan harapan baru bagi para pemegang saham meskipun harga saham masih terpuruk.

Pergerakan BUMI dan GOTO Menunjukkan Pengaruh Sentimen Asing

Pergerakan tajam dari BUMI dan GOTO menegaskan bahwa sentimen investor asing masih sangat berpengaruh di pasar modal Indonesia. Ketika dana global keluar, harga saham bisa mengalami fluktuasi besar. Namun, saat mereka kembali masuk, optimisme pasar cenderung pulih dengan cepat.


Kondisi ini menunjukkan bahwa para investor harus tetap waspada terhadap pergerakan dana asing dan siap menghadapi volatilitas pasar. Meski ada potensi kenaikan, risiko tetap menjadi faktor penting yang perlu diperhitungkan dalam pengambilan keputusan investasi.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan