Saham BUMI turun ke Rp 380, aksi jual asing memperkuat di tengah strategi diversifikasi emas

admin.aiotrade 24 Des 2025 3 menit 13x dilihat
Saham BUMI turun ke Rp 380, aksi jual asing memperkuat di tengah strategi diversifikasi emas
Saham BUMI turun ke Rp 380, aksi jual asing memperkuat di tengah strategi diversifikasi emas

Penurunan Saham BUMI di Tengah Tekanan Jual Investor Asing

Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengalami penurunan pada perdagangan Selasa (23/12/2025). Pelemahan ini terjadi setelah tekanan jual dari investor asing kembali mendominasi pasar. Pada penutupan perdagangan, saham BUMI turun sebesar 3,55% ke level Rp 380.

Aksi jual tersebut terjadi sehari setelah saham emiten tambang milik Grup Bakrie dan Salim itu melonjak tajam pada perdagangan sebelumnya. Data perdagangan menunjukkan bahwa sebanyak 8,34 miliar saham BUMI berpindah tangan dengan frekuensi 272.429 kali transaksi. Nilai transaksinya mencapai Rp 3,23 triliun.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 654,41 miliar. Tekanan ini membuat pergerakan BUMI berbalik arah setelah sehari sebelumnya menguat 14,53% dan sempat menyentuh level Rp 394.

Level Teknikal Saham BUMI

Berdasarkan laporan CGS International Sekuritas dalam edisi Daily Support/Resistance yang dirilis pada 24 Desember 2025, saham BUMI memiliki resistance awal di level 399 dan resistance lanjutan di 417. Sementara itu, pivot point berada di area 387. Level support terdekat tercatat di 369, dengan support berikutnya di 357. Level-level ini menjadi acuan pergerakan jangka pendek saham BUMI di tengah volatilitas pasar.

Strategi Bisnis BUMI

Di luar pergerakan harga saham, BUMI melanjutkan langkah strategis di sektor bisnis. Perseroan resmi merampungkan akuisisi lanjutan atas Jubilee Metals Limited (JML), perusahaan tambang emas yang beroperasi di Northern Queensland, Australia. Dengan transaksi tersebut, BUMI kini menguasai 64,98% saham JML. Langkah ini sejalan dengan strategi diversifikasi jangka panjang perseroan untuk mengurangi ketergantungan pada batu bara termal.

“Mayoritas kepemilikan kami atas Jubilee Metals Limited menegaskan komitmen BUMI dalam menghadirkan nilai yang berkelanjutan bagi para pemegang saham,” ujar Presiden Direktur Bumi Resources, Adika Nuraga Bakrie, dikutip dari keterangan resmi, Sabtu 20 Desember 2025.

Target Produksi dan Roadmap Diversifikasi

JML diproyeksikan mulai beroperasi pada Juli 2026 dengan estimasi produksi sekitar 9,89 ribu ons emas pada tahun pertama. Aset ini dinilai memiliki kadar emas tinggi serta potensi peningkatan cadangan melalui eksplorasi lanjutan.

Selain emas, BUMI juga memperkuat portofolio tembaga melalui akuisisi penuh Wolfram Limited. Perusahaan tersebut ditargetkan kembali beroperasi pada Juni 2026 dan diperkirakan menghasilkan 9.334 ton tembaga ekuivalen sepanjang 2026.

Kombinasi emas dan tembaga ini menjadi bagian dari target BUMI untuk menyeimbangkan kontribusi EBITDA antara batu bara dan non-batu bara pada 2031, sekaligus memperkuat daya tahan bisnis di tengah transisi energi global.

Proyeksi Masa Depan

Dengan akuisisi JML dan Wolfram Limited, BUMI memperluas cakupan bisnisnya ke sektor logam mulia dan tembaga. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk menjalani transformasi bisnis secara bertahap. Proyeksi produksi yang optimis dan rencana ekspansi bisnis menunjukkan bahwa BUMI siap menghadapi tantangan di pasar global.

Selain itu, strategi diversifikasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan stabilitas finansial perusahaan di tengah ketidakpastian pasar. Dengan adanya proyeksi produksi yang jelas dan roadmap yang terstruktur, BUMI dapat lebih baik menghadapi dinamika industri tambang di masa depan.


Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan