
Pergerakan Saham di Bursa Efek Indonesia
Pada perdagangan Kamis, 9 Oktober 2025, sektor komoditas dan sumber daya kembali menjadi pusat perhatian di Bursa Efek Indonesia. Dua saham yang mencuri perhatian adalah PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), yang masing-masing mengalami kenaikan lebih dari 6 persen. Namun, di balik kenaikan yang serupa, terdapat perbedaan signifikan dalam aliran dana investor asing.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Sementara itu, saham raksasa petrokimia PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) masih kesulitan menemukan momentumnya. Fenomena ini memberikan gambaran menarik tentang sentimen pasar dan menjadi catatan penting untuk perdagangan terakhir pekan ini, Jumat, 10 Oktober 2025.
BWPT: 'Diguyur' Investor Asing, Diselamatkan Aksi Borong Lokal
Saham emiten perkebunan kelapa sawit, BWPT, menjadi salah satu yang paling aktif dan berhasil ditutup dengan penguatan signifikan sebesar 8 poin (+6,01%) ke level Rp 141 per lembar. Lonjakan ini didukung oleh volume transaksi yang masif mencapai 273,5 juta lembar saham.
Fakta yang paling mengejutkan adalah di tengah kenaikan harga tersebut, investor asing justru melakukan aksi jual besar-besaran. Data menunjukkan bahwa:
- Foreign Sell: 35.208.400 lembar
- Foreign Buy: 22.991.700 lembar
Ini berarti terjadi net sell (jual bersih) asing sebesar 12,2 juta lembar. Artinya, kenaikan harga saham BWPT hari ini sepenuhnya ditopang oleh kekuatan beli investor domestik yang berhasil menyerap seluruh tekanan jual dari investor asing.
AMMN: Raksasa Tambang yang Kembali Dirangkul Asing
Cerita yang berbeda terjadi pada saham AMMN. Raksasa tambang tembaga dan emas ini juga mengalami kenaikan tajam, ditutup melesat sebesar Rp 425 (+6,09%) ke level Rp 7.400. Nilai transaksinya bahkan lebih fantastis, mencapai Rp 505,9 miliar.
Berbeda dengan BWPT, reli pada saham AMMN justru mendapat dukungan dari investor asing. Data menunjukkan bahwa:
- Foreign Buy: 21.679.900 lembar
- Foreign Sell: 18.663.900 lembar
Terjadi aksi net buy (beli bersih) asing sekitar 3 juta lembar. Ini mengindikasikan bahwa investor asing mulai kembali mengakumulasi saham AMMN setelah harganya terkoreksi dalam beberapa pekan terakhir, memberikan fondasi yang lebih kuat bagi kenaikan harganya.
TPIA: Masih Berjuang di Tengah Tren Turun
Di sisi lain, saham TPIA hanya mampu bergerak tipis. Meskipun ditutup naik sebesar Rp 25 (+0,32%) ke level Rp 7.725, saham ini masih berjuang di tengah tren penurunan jangka menengahnya. Investor asing juga tercatat masih melakukan net sell, meskipun tidak sebesar yang terjadi di BWPT.
Perbedaan cerita di balik saham BWPT dan AMMN ini menjadi pelajaran penting: kenaikan harga yang didukung oleh aksi beli asing cenderung memiliki fundamental yang lebih kokoh dibandingkan kenaikan yang terjadi di tengah tekanan jual asing.