
Harga Saham DADA Anjlok ke Level Terendah
Harga saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) mengalami penurunan signifikan pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu, 22 Oktober 2025. Saham DADA ditutup pada level terendah Rp 50 atau disebut 'gocap', turun sebesar 1 poin (-1,96%) dari harga sebelumnya di Rp 51.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Berdasarkan data perdagangan, saham DADA dibuka pada harga Rp 50 dan tidak mengalami pergerakan selama sehari penuh. Total volume perdagangan mencapai 190,7 juta lembar saham senilai Rp 9,53 miliar. Penurunan ini terjadi bersamaan dengan pengumuman resmi dari manajemen perusahaan terkait aksi jual saham yang dilakukan oleh pemegang saham pengendali, yaitu PT Karya Permata Inovasi Indonesia (KPII).
Penjelasan Resmi dari Diamond Citra Propertindo ke BEI
Menjawab surat permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 20 Oktober 2025, Direksi Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) membenarkan adanya penjualan saham oleh PT Karya Permata Inovasi Indonesia (KPII) sepanjang periode Agustus hingga Oktober 2025.
Dalam surat penjelasan resmi No. 170/S,KEL/ADM-FATA/DLD/X/2025, Direksi DADA menyatakan bahwa penjualan saham tersebut merupakan langkah strategis KPII untuk memperkuat struktur permodalan dan memperbaiki arus kas korporasi. Dana hasil penjualan saham tersebut dialokasikan untuk tiga prioritas utama:
- Pemenuhan kewajiban keuangan kepada pihak perbankan untuk menjaga reputasi dan akses pendanaan.
- Penyediaan modal kerja (working capital) untuk penyelesaian pekerjaan furnitur dan interior pada proyek Apple 3, yang diklaim telah memasuki tahap akhir.
- Pengembangan proyek rumah tapak bersama mitra strategis melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO).
Bantah Ada Rencana Ganti Pengendali
Manajemen DADA juga secara tegas membantah adanya rencana perubahan pengendalian di tubuh perseroan dalam 12 bulan ke depan. "Perseroan dapat memastikan bahwa hingga saat ini tidak terdapat rencana perubahan pengendalian," tulis Direksi DADA dalam keterangannya.
Manajemen menegaskan bahwa PT Karya Permata Inovasi Indonesia masih berkomitmen penuh sebagai pengendali utama. Berdasarkan data per 8 Oktober 2025, KPII masih tercatat memegang 4.252.637.600 saham atau setara 57,22%.
Fakta Penjualan Saham Pengendali
Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 30 September 2025 yang dirilis perseroan pada 21 Oktober 2025, terkonfirmasi adanya pengurangan kepemilikan saham oleh PT Karya Permata Inovasi Indonesia. Pada akhir Agustus 2025, KPII tercatat menggenggam 4.362.637.600 lembar saham (58,7%). Namun, pada akhir September 2025, jumlah tersebut berkurang 10.000.000 (10 juta) lembar menjadi 4.352.637.600 lembar (58,57%).
Di sisi lain, jumlah saham yang dipegang masyarakat (non-warkat dengan kepemilikan di bawah 5%) bertambah dari 3,024 miliar lembar menjadi 3,036 miliar lembar.
Disclaimer
Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi, berdasarkan data resmi BEI per 22 Oktober 2025. Konten ini bukan merupakan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.