Saham DSSA Jadi Pemimpin IHSG Dua Tahun Berturut-Turut

admin.aiotrade 31 Des 2025 4 menit 12x dilihat
Saham DSSA Jadi Pemimpin IHSG Dua Tahun Berturut-Turut


aiotrade, JAKARTA – Perusahaan Grup Sinar Mas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) berada di posisi teratas dalam daftar saham pendorong utama atau top leaders IHSG pada tahun 2025.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG mengalami kenaikan sebesar 22,13% sepanjang tahun 2025 dan berada di level 8.646,93 pada Selasa (30/12/2025), yaitu hari terakhir perdagangan saham pada tahun tersebut. Rekor tertinggi IHSG sepanjang sejarah atau all time high (ATH) tercatat pada 8 Desember 2025 dengan level 8.711. Namun, IHSG juga pernah turun ke level terendah 5.996 pada 8 April 2025.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kenaikan IHSG didorong oleh beberapa saham top leaders pada 2025, antara lain PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), PT DCI Indonesia Tbk. (DCII), PT Barito Pacific Tbk. (BRPT), PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS), PT MD Entertainment Tbk. (FILM), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), PT Astra International Tbk. (ASII), PT Mora Telekomunikasi Indonesia Tbk. (MORA), PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), dan PT Petrosea Tbk. (PTRO).

Berdasarkan data BEI, saham DSSA naik sebesar 172,97% sepanjang 2025 dan berada di level Rp101.000 per saham. Kenaikan ini memberikan kontribusi sebesar 246,67 poin terhadap kenaikan IHSG.

Tidak hanya pada tahun ini, DSSA juga menjadi top leaders IHSG pada 2024. Berdasarkan data BEI, saham DSSA melonjak sebesar 362,50% pada 2024 dan memberikan kontribusi sebesar 102,59 poin terhadap IHSG. Dengan demikian, saham DSSA menjadi top leaders IHSG selama dua tahun berturut-turut.

Dian Swastatika Sentosa Tbk - TradingView

Baru-baru ini, DSSA akan melakukan merger antara PT Eka Mas Republik (EMR) atau MyRepublic Indonesia dengan PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA). Moratelindo akan menjadi entitas yang bertahan dan berganti nama menjadi PT Ekamas Mora Republik Tbk.

Presiden Direktur PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) Krisnan Cahya menjelaskan bahwa merger ini merupakan langkah strategis untuk memajukan agenda transformasi digital di Indonesia.

“Untuk itu, saya percaya merger ini merupakan langkah untuk mendukung agenda digital Indonesia dalam percepatan dan pemerataan ekosistem digital di tanah air. Melalui penguatan jangkauan jaringan dan peluncuran berkelanjutan, kita bisa mendorong ekosistem digital lokal yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Krisnan dalam keterangan resminya, Kamis (18/12/2025).

Di sisi kinerja operasional, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) telah resmi masuk ke bisnis panas bumi dengan menjalin kemitraan strategis dengan First Gen asal Filipina.

Kesepakatan kerja sama ini akan fokus pada pengembangan dan pengelolaan sumber daya panas bumi dengan potensi gabungan sekitar 440 Megawatt (MW). Potensi panas bumi DSSA tersebar di enam wilayah strategis yang berlokasi di Jawa Barat, Flores, Jambi, Sumatra Barat, dan Sulawesi Tengah.

Masuknya DSSA ke bisnis EBT tidak lepas dari upaya perseroan untuk memperbesar kontribusi pendapatan dari segmen non batu bara. Sejauh ini, kinerja DSSA masih disokong oleh segmen batu bara, sementara kontribusi bisnis lain seperti EBT, teknologi, dan lainnya masih minim.

Saham DCII hingga ASII

Selain DSSA, posisi kedua dalam jajaran top leaders IHSG ditempati oleh saham DCII yang melonjak sebesar 375,06%. Di belakang saham emiten data center Toto Sugiri, ada saham BRPT yang melejit 255,43%, BRMS melambung 217,92%, hingga TLKM menguat 28,41% dan ASII terapresiasi 36,73%.

Di sisi lain, langkah IHSG untuk menggapai level yang lebih tinggi dibebani oleh koreksi harga saham BBCA -16,54%, BYAN -22,47%, AMMN -24,19%, BBRI -10,29%, BMRI -10,53%, hingga ICBP yang turun 27,91% dan ADRO merosot 25,51% sepanjang 2025. Deretan saham itu masuk dalam daftar top laggards IHSG pada 2025.

Berikut 10 Top Leaders IHSG pada 2025:

  • DSSA – Kenaikan harga: 172,97% | Kontribusi terhadap IHSG: 246,67
  • DCII – Kenaikan harga: 375,06% | Kontribusi terhadap IHSG: 200,49
  • BRPT – Kenaikan harga: 255,43% | Kontribusi terhadap IHSG: 147,1
  • BRMS – Kenaikan harga: 217,92% | Kontribusi terhadap IHSG: 88,86
  • FILM – Kenaikan harga: 297,74% | Kontribusi terhadap IHSG: 86,82
  • TLKM – Kenaikan harga: 28,41% | Kontribusi terhadap IHSG: 85,18
  • ASII – Kenaikan harga: 36,73% | Kontribusi terhadap IHSG: 77,99
  • MORA – Kenaikan harga: 2463,83% | Kontribusi terhadap IHSG: 68,14
  • BUMI – Kenaikan harga: 210,17% | Kontribusi terhadap IHSG: 62,08
  • PTRO – Kenaikan harga: 296,20% | Kontribusi terhadap IHSG: 50,55

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. aiotrade tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan