Saham Infrastruktur Melesat di Tengah Euforia IHSG Baru

admin.aiotrade 09 Okt 2025 3 menit 12x dilihat
Saham Infrastruktur Melesat di Tengah Euforia IHSG Baru


aiotrade.app, JAKARTA – Saham sektor infrastruktur terus menunjukkan kinerja positif, mengikuti tren kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang mencatat rekor all time high (ATH) selama dua hari berturut-turut dalam seminggu ini.

Menurut Liza Camelia Suryanata, Head Riset Kiwoom Sekuritas, saham-saham di sektor infrastruktur mendapat manfaat langsung dari narasi pengeluaran dan penempatan dana pemerintah, serta kebijakan yang diambil oleh Danantara Indonesia, sebuah sovereign wealth fund (SWF). Proyek-proyek seperti energi, digital, infrastruktur, hingga waste to energy (WTE) menjadi fokus utama dari investasi tersebut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Aliran dana lebih mengarah pada emiten-emiten yang bergerak di sektor tol, tower, utilitas, dan logistik, dibandingkan subsektor industri manufaktur yang membutuhkan siklus permintaan yang lebih panjang," ujar Liza dalam wawancaranya dengan Bisnis, Rabu (8/10/2025).

Berdasarkan data historis pasar pekan ini, IHSG pada perdagangan Senin (6/10) berhasil naik 0,27% ke level 8.139,89, disusul oleh kenaikan indeks infrastruktur sebesar 2,01% ke 1.904,07. Keesokan harinya, IHSG kembali melanjutkan trennya dengan penguatan 0,36% ke 8.169, sementara indeks infrastruktur meningkat 2,33% ke 1.948,38.

Namun, saat IHSG mencapai ATH baru dalam dua hari perdagangan tersebut, sektor industri dan konsumer siklikal justru mengalami koreksi. Menurut Liza, hal ini menunjukkan adanya rotasi arah aliran dana ke saham-saham yang diuntungkan dari kebijakan atau policy beneficiaries.

Selain itu, pelemahan dua sektor tersebut disebabkan oleh kondisi fundamental permintaan rumah tangga dan manufaktur yang masih bervariasi. Indikatornya adalah melemahnya indeks keyakinan konsumen ke level terendah dalam beberapa tahun terakhir, sementara PMI manufaktur tetap berada di zona ekspansi meski melambat.

Liza menjelaskan bahwa penopang kenaikan IHSG yang mencapai titik tertinggi baru sebanyak dua hari beruntun dalam pekan ini didorong oleh stimulus fiskal kuartal IV/2025, serta adanya Window Dressing dan Santa Claus Rally. Selain itu, ada kabar mengenai kucuran dana SWF Danantara yang ditargetkan sekitar US$10 miliar dalam tiga bulan awal, dengan 80% dana dialokasikan untuk proyek domestik.

Tidak hanya itu, adanya sinyal injeksi dana ke BUMN atau korporasi seperti Garuda juga memberikan sentimen positif terhadap likuiditas dan proyek strategis.

Secara teknikal, rekor high intraday tercapai pada perdagangan Selasa (7/10) di level 8.217, lalu kembali meningkat pada perdagangan Rabu (8/10) ke 8.223. Momentum harga yang terbuka ke atas ini menegaskan tren positif. Namun, Liza mengingatkan adanya kemungkinan perubahan arah tren atau koreksi sementara, mengingat indikator candlestick dan momentum setiap hari menunjukkan potensi perubahan.

Setelah mencatat ATH dua hari beruntun, pada perdagangan Rabu (8/10/2025), IHSG ditutup dengan koreksi sebesar 0,04% ke 8.166. Pelemahan indeks komposit ini diikuti oleh penurunan indeks infrastruktur sebesar 0,93% ke 1.930, setelah dua hari sebelumnya mencatat kenaikan.

Liza memproyeksikan bahwa peluang penguatan secara jangka pendek sampai akhir pekan ini masih ada, namun peluangnya mulai menipis karena dua faktor. Pertama, posisi indeks sudah mencetak ATH back-to-back. Kedua, pada perdagangan Selasa (7/10), IHSG sempat menyentuh ATH baru, namun diikuti oleh net sell asing sebesar Rp89,41 miliar.

Untuk pekan ini, Liza menyoroti level teknikal di area 8.170–8.220 sebagai resistance/overhang terdekat (rekor intraday). Sedangkan, support taktis berada di level 8.100 dan 8.045, dengan MA10 dan MA20 hari.

"Hingga akhir bulan, trajektori IHSG akan didukung oleh katalis kebijakan [menunggu] detail stimulus dan progress penyaluran dana pemerintah atau Danantara. Namun, jika data konsumsi tidak membaik atau rupiah kembali volatil, risiko rotasi defensif dan profit taking meningkat, terutama pada saham-saham yang melonjak karena policy trade alias news-driven," pungkasnya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan