Saham Jepang Melonjak Usai Takaichi Menang, Tapi Yen dan Obligasi Melemah

admin.aiotrade 05 Okt 2025 2 menit 17x dilihat
Saham Jepang Melonjak Usai Takaichi Menang, Tapi Yen dan Obligasi Melemah


Saham-saham Jepang diprediksi akan terus mengalami kenaikan setelah Sanae Takaichi terpilih sebagai Perdana Menteri. Meskipun nilai tukar yen melemah dan harga obligasi pemerintah Jepang (JGB) turun, situasi ini justru memberi semangat bagi investor. Takaichi dikenal sebagai politikus yang mendukung kebijakan ekonomi ekspansif yang mirip dengan Abenomics, sebuah strategi peningkatan belanja dan stimulus ekonomi yang pernah diterapkan oleh mantan Perdana Menteri Shinzo Abe.

Investor mulai membeli saham dengan harapan bahwa stimulus ekonomi akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, mereka juga menjual obligasi karena khawatir utang negara akan meningkat akibat pengeluaran besar-besaran. Hal ini menyebabkan indeks saham utama Jepang, Nikkei 225, mencatat rekor penutupan tertinggi pada 45.769,50 pada Jumat (3/10). Para analis memperkirakan bahwa indeks ini bisa terus naik hingga 47.000 jika tren pembelian saham berlanjut.

AioTrade Autopilot
πŸ”₯ SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

β€œIni bisa menjadi kejutan positif bagi harga saham,” ujar ahli strategi dari Resona Holdings, Hiroki Takei, Minggu (5/10).


Di sisi lain, pasar obligasi pemerintah Jepang dan mata uang yen justru mengalami tekanan. Investor merasa khawatir terhadap kebijakan fiskal Takaichi yang cenderung longgar, yang dapat membuat utang negara semakin membengkak serta menyulitkan Bank of Japan (BOJ) untuk menaikkan suku bunga. Imbal hasil JGB jangka panjang melonjak ke rekor 3,285 persen pada awal September, level tertinggi sejak krisis keuangan 2008.

Dalam beberapa minggu terakhir, momentum Nikkei melambat dan JGB jangka panjang menguat karena pasar memberi keunggulan dalam perlombaan LDP antara Shinjiro Koizumi dan Takaichi. Tampaknya pendirian Takaichi sedikit memoderasi, termasuk meninggalkan pemotongan pajak penjualan di luar platformnya dan tetap bungkam mengenai Bank Jepang.

Mata uang Jepang ditutup pada 147,44 per dolar pada hari Jumat, dengan kenaikan 1,4 persen pada pekan lalu, yaitu kenaikan terbesar sejak pertengahan Mei.

Meski begitu, dalam konferensi pers usai kemenangannya, Takaichi menegaskan bahwa pemerintah dan bank sentral akan tetap bekerja sama untuk menjaga stabilitas ekonomi. Ia ingin mendorong inflasi yang sehat, yang didukung oleh kenaikan upah dan keuntungan perusahaan, bukan karena mahalnya harga impor.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan