Saham JPFA dan CPIN Naik Jelang Nataru, Mana yang Paling Menguntungkan?

admin.aiotrade 16 Des 2025 2 menit 16x dilihat
Saham JPFA dan CPIN Naik Jelang Nataru, Mana yang Paling Menguntungkan?


aiotrade,
JAKARTA –
Perusahaan unggas PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) diperkirakan akan mengalami kenaikan positif pada momen perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Iman Gunadi menjelaskan bahwa dampak Nataru tahun ini bagi JPFA dan CPIN akan bersifat reinforcing, yaitu memperkuat tren yang sudah ada, bukan menciptakan momentum baru.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Iman menilai bahwa JPFA telah mencatat kinerja kuat di kuartal III/2025, didukung oleh pemulihan harga broiler dan ayam usia satu hari (DOC), serta peningkatan margin di segmen commercial farm dan poultry processing.

"Kondisi suplai yang lebih ketat akibat voluntary culling dan penurunan kuota impor grand parent stock (GPS) membuat Nataru menjaga volume dan margin tetap stabil hingga akhir tahun," ujarnya.

Dibandingkan dengan kompetitornya, Iman menilai CPIN memiliki leverage yang lebih besar terhadap penguatan harga ayam hidup. Hal ini berarti potensi kontribusi Nataru ke kinerja kuartal IV/2025 relatif lebih terasa, terutama dari segmen broiler yang telah kembali mencetak laba signifikan sejak kuartal III/2025.

Dari sisi sentimen pasar, Nataru 2025 dinilai lebih berkualitas dibanding katalis musiman Lebaran di kuartal I/2025 lalu. Perbedaan utama menurut Iman adalah adanya perbaikan struktur industri unggas di Tanah Air.

Ia menjelaskan bahwa pada kuartal I/2025, saat Lebaran terjadi, dampaknya belum terasa signifikan di kinerja kedua saham unggas karena tekanan oversupply dan harga yang masih rendah.

"Untuk kuartal IV/2025, persepsi investor terhadap JPFA cenderung lebih selektif karena sebagian sentimen positif sudah tercermin di harga saham. Oleh karena itu, upside bergantung pada potensi earning's surprise. Sementara itu, CPIN dinilai masih memiliki ruang apresiasi yang lebih menarik, mengingat revisi naik proyeksi laba dan valuasi yang relatif masih di bawah rerata historis," tambahnya.

Di lantai bursa hari ini, Selasa (16/12/2025), saham JPFA tetap berada di harga Rp2.650. Secara year to date (YtD), harga JPFA meningkat 36,60%. Dalam hal valuasi, level harga ini mencerminkan rasio price to earnings (PE) annualised 9,67 kali dengan rasio price to book value (PBV) 1,83 kali.

Sementara itu, saham CPIN hari ini ditutup turun 0,65% ke Rp4.560. Level harga ini mencerminkan koreksi 4,20% secara YtD. Dalam hal valuasi, rasio PE CPIN sebesar 16,67 kali dengan PBV 2,35 kali.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. aiotrade tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan