Saham Kecil Mendominasi Pasar Modal 2025, Jadi Pemimpin 2026?

admin.aiotrade 31 Des 2025 2 menit 12x dilihat
Saham Kecil Mendominasi Pasar Modal 2025, Jadi Pemimpin 2026?


aiotrade, JAKARTA — Pergerakan pasar saham Indonesia sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren yang sangat dinamis. Kenaikan signifikan terjadi pada saham-saham berkapitalisasi kecil dan menengah, yang terlihat dari kinerja indeks papan non-utama Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan data BEI per 30 Desember 2025, indeks papan akselerasi menjadi salah satu yang paling mengesankan dengan pertumbuhan sebesar 162,81% secara year-to-date (YtD). Tren serupa juga terjadi pada indeks papan pengembangan yang mencatatkan kenaikan sebesar 111,48% YtD. Kedua papan ini melampaui kinerja indeks papan utama yang hanya naik sekitar 12,10% sepanjang tahun ini.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Lonjakan yang terjadi di papan pengembangan dan akselerasi menandai bahwa 2025 menjadi tahun yang sangat baik bagi saham-saham berkapitalisasi kecil. Fenomena ini didorong oleh minat tinggi investor ritel terhadap emiten baru yang melantai di bursa serta saham-saham murah dengan volatilitas tinggi.

Di sisi lain, aktivitas spekulatif di saham lapis tiga terus berkembang. Hal ini terjadi bersamaan dengan arus keluar modal asing yang konsisten sepanjang 2025. Investor asing mencatatkan aksi jual bersih sebesar Rp17,34 triliun sepanjang tahun ini.

Ketidakhadiran big fund asing di saham-saham penggerak indeks utama memperkuat dominasi investor domestik dalam menjaga momentum indeks harga saham gabungan (IHSG).

Chory Agung Ramdhani, Head of Customer Engagement & Market Analyst Department di BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), menjelaskan bahwa arus keluar modal asing menjadi salah satu faktor penekan bagi saham-saham berkapitalisasi besar. Namun, penggerak utama pasar tahun ini justru datang dari emiten yang terafiliasi dengan grup konglomerasi besar yang sedang gencar melakukan ekspansi di sektor penghiliran dan energi terbarukan.

Banyak dari emiten ini belum masuk ke dalam indeks elite seperti LQ45 atau IDX30 karena kriteria likuiditas maupun periode pencatatan. “Investor ritel cenderung lebih lincah masuk ke saham-saham mid-caps yang memiliki volatilitas tinggi. Akibatnya, kinerja indeks Small-Mid Cap (SMC) melesat jauh,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Selasa (30/12/2025).

Memasuki tahun 2026, Chory memproyeksikan akan terjadi rotasi arus kas kembali ke saham-saham unggulan. Peluang berbaliknya kondisi pasar didorong oleh antisipasi pengumuman laba tahun penuh 2025 yang diprediksi tetap solid. Ekspektasi pembagian dividen juga diperkirakan akan menjadi daya tarik utama bagi kembalinya investor asing ke pasar Indonesia. Hal ini diharapkan mampu memicu momentum January Effect yang didorong akumulasi saham blue chip.

“Emiten blue chip perbankan besar dan konsumer diproyeksikan mencetak laba solid, sehingga ekspektasi dividen akan menjadi magnet,” ucap Chory.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. aiotrade tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan