
Pergerakan Harga Saham Emitter yang Terkait dengan Boy Thohir
Harga saham dari berbagai perusahaan yang terafiliasi dengan konglomerat Garibaldi Thohir, atau lebih dikenal sebagai Boy Thohir, mengalami kenaikan signifikan pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (8/10). Perusahaan-perusahaan tersebut meliputi Alamtri Mineral Indonesia (ADMR), Alamtri Resources Indonesia (ADRO), Adaro Andalan Indonesia (AADI), Merdeka Copper Gold (MDKA), Merdeka Battery Materials (MBMA), dan Merdeka Gold Resources (EMAS).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Berikut rincian pergerakan harga saham masing-masing emiten:
- ADMR mengalami kenaikan sebesar 24,89% atau 275 poin ke level 1.380
- ADRO melonjak 12,12% atau 250 poin ke level 1.850
- AADI melompat 11% atau 825 poin ke level 8.325
- MDKA naik 1,79% atau 40 poin ke level 2.280
- MBMA stagnan di level 615
- EMAS naik 2,53% atau 110 poin ke level 4.460
Boy Thohir adalah seorang pengusaha batu bara yang memiliki grup perusahaan bernama Adaro Energi. Ia lahir pada 1 Mei 1965 di Bandar Lampung. Lulusan Sarjana Teknik dan Magister Administrasi Bisnis dari Amerika Serikat ini juga merupakan kakak dari Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, serta anak dari mantan pejabat PT Astra International Tbk (ASII), Mochammad Teddy Thohir.
Sebelum mengakuisisi Adaro Energy pada 2005, Boy Thohir pernah mendirikan perusahaan multi finansial bernama Wahana Ottomitra Multiartha (WOM Finance) pada 1997. Di bawah kepemimpinannya, Adaro Energy tumbuh menjadi salah satu produsen batu bara terbesar di dunia.
Kinerja dan Prospek Emitter Boy Thohir
Laba Bersih Alamtri Resources Indonesia (ADRO) Susut 77%
Berdasarkan laporan keuangan Alamtri Resources Indonesia (ADRO), laba perseroan turun 77,54% secara tahunan (yoy) menjadi US$ 174,94 juta atau Rp 2,87 triliun. Pendapatan juga anjlok 18,60% yoy menjadi US$ 857,69 juta atau Rp 14,08 triliun.
Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova memberikan target harga saham ADRO. Dia menyarankan investor untuk membeli saham ini dalam rentang harga Rp 1.640 – Rp 1.650. Target harga terdekat ADRO menurut BinaArtha Sekuritas yakni Rp 1.780, 1.865, 1.960 dan 2.050.
Adaro Andalan Indonesia (AADI) Kejar Target Harga Ketiga
Anak usaha ADRO, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), mencatatkan laba bersih yang anjlok 50% menjadi US$ 428,68 juta atau Rp 7,03 triliun pada semester pertama. Pendapatannya juga turun 10% menjadi US$ 2,39 miliar atau Rp 39,38 triliun.
Sementara itu, Mirae Asset Sekuritas menyatakan bahwa AADI sukses melewati target harga pertama dengan gain 3% dan target harga kedua di level 8.000 dengan gain 6,67. Mirae Asset kemudian menyatakan bahwa AADI bergerak menuju target harga ketiga di Rp 9.225 dengan gain 23%.
Rugi Merdeka Copper Gold (MDKA) Menebal
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatatkan kenaikan rugi bersih sebesar 26,4% menjadi US$ 15,80 juta pada Semester Pertama. Pendapatan juga menurun 21,87% menjadi US$ 854,60 juta.
Di samping itu, Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova merekomendasikan investor untuk masuk pada saham ini ketika harga berada dalam rentang Rp 2.100-2.160 dengan target harga menuju level 2.340, 2.470, 2.630 dan 2.890.
Laba Bersih Merdeka Battery Materials (MBMA) Anjlok
Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) ikut tergerus 71,31% menjadi US$ 5,85 juta. Pendapatan juga melorot 31,89% menjadi US$ 627,70 juta.
Selanjutnya, Ivan memberikan rekomendasi untuk membeli saham MBMA ketika harganya berada di posisi Rp 550-575 dengan target harga terdekat di Rp 665, 725, 775 dan 825.