
Kinerja Saham MLPT yang Mengagumkan
Saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) menunjukkan kinerja yang luar biasa sejak awal tahun. Harga saham emiten teknologi ini telah meningkat sebesar 966,08% year to date (YtD) menjadi Rp 197.225 per lembar. Bahkan, MLPT tercatat sebagai salah satu saham yang berkontribusi signifikan terhadap kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak awal tahun.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurut Muhammad Wafi, Kepala Riset Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), lonjakan harga saham MLPT disebabkan oleh aksi spekulatif investor dan rotasi sektor ke saham-saham teknologi serta infrastruktur digital. Selain itu, ekspektasi tinggi terhadap bisnis cloud dan managed service yang ditawarkan MLPT juga menjadi faktor pemicu naiknya harga saham tersebut.
"Selain itu, saham-saham grup Prajogo Pangestu yang sedang hype turut memengaruhi MLPT karena persepsi pasar bahwa sektor teknologi dan transformasi digital akan menjadi penopang valuasi baru di ekosistem grupnya," ujar Wafi kepada aiotrade.app, Senin (6/10/2025).
Volatilitas dan Risiko Investasi
Meski demikian, Ekky Topan, Investment Analyst Infovesta Utama, mengingatkan bahwa volatilitas perdagangan saham MLPT relatif rendah. Dengan free float yang kecil, pergerakan saham ini bisa sangat cepat jika didorong oleh aksi akumulasi terbatas.
"Hal ini membuat saham MLPT rentan terhadap euforia sesaat," jelas Ekky.
Ekky juga mencermati bahwa kenaikan harga saham MLPT belum mencerminkan kondisi fundamental perusahaan. Di semester I-2025, laba bersih MLPT merosot 56,38% secara tahunan (YoY) dari Rp 239,66 miliar menjadi Rp 104,54 miliar. Di periode yang sama, penjualan bersih dan pendapatan jasa hanya tumbuh 3,36% YoY dari Rp 1,63 triliun ke Rp 1,68 triliun.
"Oleh karena itu, menurut saya MLPT saat ini berada dalam kondisi overvalued, baik dari sisi teknikal maupun fundamental," ucap Ekky.
Prospek Jangka Panjang dan Rekomendasi
Wafi memiliki pandangan serupa dengan Ekky. Meski demikian, ia melihat prospek positif untuk MLPT di masa depan, mengingat permintaan terhadap jasa cloud, infrastruktur teknologi informasi, dan keamanan digital akan tumbuh kuat seiring proyek digitalisasi yang digencarkan oleh perusahaan pelat merah dan swasta.
Harga saham MLPT diperkirakan akan terus naik, terlebih jika ada katalis baru seperti kontrak besar, masuknya investor strategis, atau aksi korporasi tertentu.
"Tapi untuk sisa 2025, potensi upside cenderung terbatas, lebih ke stabilisasi margin dan ekspansi managed services," jelas Wafi.
Secara teknikal, saham MLPT rawan koreksi jangka pendek karena kenaikannya yang terlalu cepat. Batas resistance-nya berada di area Rp 200 ribu per saham. Ia menyarankan, untuk jangka pendek, investor bisa melakukan trading buy.
Namun, baik Wafi maupun Ekky menyarankan agar investor jangka panjang melakukan wait and see seraya menunggu rilis laporan keuangan kuartal III.
MLPT Chart
by TradingView