
Saham Big Caps Menjadi Pendorong Utama Pergerakan IHSG
Sejumlah saham besar atau big caps seperti DSSA, BREN hingga TLKM terpantau menjadi pendorong utama pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan ini, yang berlangsung dari tanggal 3 hingga 7 November 2025. Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), saham-saham tersebut berhasil memberikan kontribusi signifikan terhadap kenaikan indeks.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) menjadi motor utama penopang indeks komposit sepanjang minggu ini. Kenaikan harga saham DSSA mencapai 18,24% dalam seminggu dan berkontribusi pada kenaikan IHSG sebesar 56,57 poin. Di posisi kedua, saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) milik Prajogo Pangestu menguat sebesar 14,99% sepekan dan berkontribusi sebesar 53,27 poin terhadap IHSG. Selanjutnya, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) juga menjadi salah satu saham penggerak dengan kenaikan 8,1% sepekan dan kontribusi sebesar 28,34 poin.
Selain itu, beberapa saham lainnya turut berkontribusi terhadap pergerakan IHSG. Contohnya adalah BBCA yang naik 1,76% sepekan dan memberikan kontribusi sebesar 14,03 poin. Saham ASII juga masuk daftar top leaders dengan kontribusi sebesar 11,67 poin. Di posisi selanjutnya, saham CUAN milik Prajogo Pangestu menguat 13,93% sepekan dan berkontribusi sebesar 5,92 poin. Emiten kontraktor batu bara PTRO juga menopang laju IHSG dengan tambahan 10,89 poin setelah sahamnya melonjak 25,74% sepekan.
Saham COIN berada di urutan ke-8 dengan kenaikan sebesar 23,81% sepekan dan berkontribusi sebesar 8,85 poin terhadap IHSG. Di urutan ke-9 dan 10, masing-masing ada saham BRPT dan MORA yang menguat 4,06% dan 59,6% sepekan dengan kontribusi sebesar 8,32 poin dan 5,21 poin.
Berikut adalah daftar lengkap saham-saham penggerak IHSG sepanjang pekan:
| Kode | Harga (%) | MCFF (Triliun) | Kontribusi ke IHSG (Poin) |
|---|---|---|---|
| DSSA | 18,24 | 157,35 | 56,57 |
| BREN | 14,99 | 175,36 | 53,27 |
| TLKM | 8,10 | 162,28 | 28,34 |
| BBCA | 1,76 | 347,99 | 14,03 |
| ASII | 4,47 | 116,97 | 11,67 |
| CUAN | 13,93 | 40,93 | 11,66 |
| PTRO | 25,74 | 22,83 | 10,89 |
| COIN | 23,81 | 19,75 | 8,85 |
| BRPT | 4,06 | 91,51 | 8,32 |
| MORA | 59,60 | 5,99 | 5,21 |
IHSG Mengalami Kenaikan 2,83%
Berdasarkan catatan BEI, indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sepekan, 3–7 November 2025, meningkat sebesar 2,83% atau 230,71 poin ke level 8.394,59. Angka ini menjadi rekor all time high (ATH) baru untuk IHSG.
Meski indeks mengalami kenaikan, aktivitas perdagangan saham bergerak turun. Rata-rata harian jumlah saham yang diperdagangkan (RTNH) dalam sepekan turun 14,35% dari 31.607 saham pada pekan sebelumnya menjadi 27.065 saham. Rata-rata nilai transaksi harian juga melemah 22,46% dari Rp22,63 triliun menjadi Rp17,54 triliun. Adapun rata-rata frekuensi harian berkurang dari 2.322 kali pada pekan sebelumnya menjadi 2.163 kali.
Secara akumulasi, volume transaksi sepanjang pekan mencapai 135,32 miliar saham dengan 10.816 kali transaksi dan nilai Rp87,73 triliun. Sejalan dengan kenaikan indeks, kapitalisasi pasar saham meningkat 2,61% dari Rp14,86 triliun menjadi Rp15,32 triliun.
Dalam periode 3–7 November 2025 tersebut, IHSG ditutup menguat pada 4 dari 5 hari perdagangan. Satu-satunya pelemahan terjadi pada 4 November 2025, saat indeks komposit turun 0,40% ke 8.241,91.
Porsi transaksi investor domestik juga naik dari 67% menjadi 69%, sementara kontribusi investor asing turun dari 33% menjadi 31%. Sepanjang pekan, pasar membukukan net buy asing sebesar Rp3,45 triliun, lebih rendah dibandingkan Rp5,53 triliun pada pekan sebelumnya.