
Kebijakan Pemerintah dan Sentimen Pasar Mendorong Pertumbuhan Sektor Pengelolaan Sampah
Pemerintah semakin memperkuat komitmennya untuk mendorong pemanfaatan sampah sebagai sumber energi listrik. Revisi Peraturan Presiden (Perpres) No. 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) akan segera diterbitkan. Kebijakan ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi proyek waste to energy (WtE) dan memberikan insentif bagi pengembangan bisnis pengelolaan sampah di Indonesia.
Di sisi lain, peluncuran Patriot Bond sebagai instrumen pembiayaan proyek strategis nasional turut menjadi katalis positif. Patriot Bond mencatat permintaan investor hingga Rp51,8 triliun, menunjukkan minat pasar yang tinggi terhadap proyek energi terbarukan, termasuk pengelolaan limbah menjadi energi.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Lonjakan Saham Emiten Pengelolaan Sampah
Sentimen positif tersebut terlihat jelas pada harga saham beberapa emiten yang fokus pada pengolahan limbah. Misalnya, saham PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) melonjak 239,90% sejak awal tahun, mencapai Rp1.380 per saham. PT Multi Hanna Kreasindo Tbk (MHKI) meningkat 180% menjadi Rp266 per saham, sedangkan PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) naik 109,79% menjadi Rp300 per saham.
Menurut Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, kenaikan ini tak lepas dari optimisme pasar terhadap kesiapan emiten untuk terlibat dalam proyek pengelolaan sampah menjadi energi. “Persoalan sampah saat ini sudah dalam kondisi darurat,” ujarnya, Selasa, 7 Oktober 2025.
Selain itu, Investment Analyst Infovesta Utama, Ekky Topan, menambahkan bahwa bisnis pengolahan sampah kini semakin menarik, baik dari sisi urgensi lingkungan maupun peluang ekonomi.
Misalnya, TOBA dan MHKI sudah mulai meraup pendapatan dari proyek WtE, sementara OASA tengah menjajaki kemitraan strategis dengan investor asing untuk memperluas jangkauan bisnis.
“Ke depan, bukan mustahil muncul emiten baru di sektor ini, tidak hanya dari energi, tetapi juga properti dan logistik yang ingin melakukan diversifikasi bisnis,” tambah Ekky.
Profil Perusahaan Pengelolaan Sampah
Berikut beberapa emiten yang memiliki fokus signifikan dalam pengelolaan sampah dan limbah di Indonesia:
- PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA)
Awalnya bergerak di sektor batu bara, TOBA kini melakukan transformasi ke energi hijau dan pengelolaan limbah berkelanjutan. - Limbah Medis dan Umum: TOBA mengakuisisi perusahaan pengelola limbah, termasuk Asia Medical Enviro Services di Singapura dan ARAH Environmental di Indonesia, yang melayani limbah B3 medis, komersial, dan domestik.
- Mengubah Limbah Menjadi Energi: Perusahaan fokus mengolah sampah menjadi sumber energi, selaras dengan target portofolio 100% hijau pada 2030.
-
Kinerja: Segmen pengelolaan limbah menunjukkan pertumbuhan pendapatan signifikan, menjadi katalis jangka panjang bagi kinerja perusahaan.
-
PT Multi Hanna Kreasindo Tbk (MHKI)
Didirikan pada 2004, MHKI bergerak di bidang pengolahan limbah dengan konsep One Package Service. - Aktivitas Pengelolaan Limbah: MHKI memiliki izin resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk mengolah limbah B3 dan non-B3.
- Layanan Lengkap: Meliputi pengangkutan, pengumpulan, pengolahan, hingga pemanfaatan limbah.
-
Produk Bernilai Tambah: Menghasilkan produk sampingan bernilai jual tinggi, seperti logam batangan, oli-bahan bakar alternatif, hingga plastik poliester, mendukung konsep ekonomi sirkular.
-
PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA)
OASA menempatkan diri di sektor energi terbarukan, termasuk proyek pengelolaan sampah menjadi energi. - Waste-to-Energy: Melalui anak usaha seperti PT Mentari Biru Energi dan PT Indoplas Makmur Lestari, OASA terlibat dalam pengolahan air, limbah, dan pemulihan material sampah.
-
Bioenergi: Bisnis mencakup kayu bakar, pelet kayu, dan gas bio, yang bahan bakunya bisa berasal dari limbah organik atau sisa hutan.
-
PT Sumber Global Energy Tbk (SGER)
Awalnya bergerak di perdagangan batu bara, SGER melakukan diversifikasi bisnis untuk masuk ke energi terbarukan dan pengelolaan limbah. Langkah ini memperkuat posisi perusahaan dalam tren ekonomi hijau dan pemanfaatan limbah secara berkelanjutan.
Tantangan dan Peluang Sektor Pengelolaan Sampah
Meski prospek bisnis pengolahan sampah menjanjikan, tantangan masih besar. Kebutuhan belanja modal tinggi, izin lingkungan dan tata ruang yang kompleks, serta keterbatasan teknologi modern menjadi hambatan utama. Selain itu, keberhasilan bisnis ini menuntut kolaborasi erat dengan pemerintah daerah dan PT PLN sebagai pembeli listrik.
Di sisi lain, sektor WtE diprediksi semakin menarik investor, baik domestik maupun asing. Ekky Topan merekomendasikan akumulasi beli saham TOBA dengan target harga Rp1.600 per saham, seiring prospek cerah sektor energi dari limbah yang makin mendapat perhatian pemerintah.
Kebijakan pemerintah yang mendorong pemanfaatan sampah sebagai energi listrik dan peluncuran Patriot Bond telah memberi sentimen positif bagi saham emiten pengelolaan sampah. TOBA, MHKI, OASA, dan SGER menjadi sorotan utama karena langkah strategis mereka dalam mengembangkan bisnis WtE dan limbah bernilai tambah.