
Sektor Perbankan, Komoditas, dan Telekomunikasi Jadi Fokus Investor di Oktober 2025
BRI Danareksa Sekuritas mengungkapkan bahwa sektor perbankan, komoditas, dan telekomunikasi akan menjadi fokus utama para investor pada bulan Oktober 2025. Analisis ini dilakukan oleh Erindra Krisnawan dan Wilastita Muthia Sofi dari BRI Danareksa, yang menilai bahwa sektor-sektor tersebut memiliki potensi kenaikan yang menarik.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Potensi Sektor Perbankan
Saham sektor perbankan tetap menarik karena adanya perbaikan likuiditas dan kemungkinan penurunan biaya dana (cost of fund/CoF) pada September 2025. Katalis utama bagi sektor ini datang dari kebijakan pemerintah dan otoritas keuangan, termasuk penurunan suku bunga acuan, turunnya SRBI ke 4,8%, serta penurunan bunga deposito LPS. Selain itu, penempatan dana negara sebesar Rp200 triliun di bank BUMN juga menjadi faktor pendukung.
Meski tekanan biaya operasional sempat memengaruhi laba, kondisi ini dinilai sementara. Dengan valuasi 1,9x price to book value (PBV) dan imbal hasil dividen antara 1,5–9,7%, sektor perbankan masih menawarkan rasio risiko dan imbalan yang menarik.
“Dengan dinamika likuiditas yang membaik dan valuasi masih menarik, sektor ini menawarkan risk-reward yang baik,” ujar analis BRI Danareksa dalam laporan riset mereka.
Untuk sektor perbankan, BRI Danareksa merekomendasikan saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dengan target harga mencapai Rp11.900 per saham. Saat ini, saham BBCA berada di level Rp7.525, turun 22,22% year to date (YtD).
Peluang di Sektor Telekomunikasi
Di samping sektor perbankan, sektor telekomunikasi juga menawarkan peluang bagi investor. Meskipun terjadi koreksi harga data yield sementara, sebagian besar dari hal ini bersifat promosi jangka pendek. BRI Danareksa melihat ini sebagai kesempatan masuk untuk para investor.
Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dinilai masih menarik dengan target harga Rp3.500. Ini menunjukkan bahwa sektor telekomunikasi tetap memiliki prospek yang positif meskipun menghadapi beberapa tantangan.
Sejumlah Sektor Komoditas Menarik
Selain itu, sektor logam tetap menarik karena didukung oleh stabilnya harga emas dan logam dasar. Saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) disematkan rekomendasi beli dengan target harga Rp4.700.
Adapun batu bara dinilai layak dibangun eksposurnya seiring dengan stabilisasi harga dan proses inventory de-stocking. Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) dipilih untuk sektor ini dengan target harga Rp9.850.
Performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
Selama bulan September 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik sebesar 2,9% month on month (MoM), didorong oleh saham konglomerasi dan emiten berlikuiditas rendah seperti BRPT dan DSSA.
Namun, investor asing masih mencatatkan arus keluar senilai US$234 juta dari BBCA, BMRI, dan BBNI. Hal ini menandakan bahwa pengurangan risiko masih berlanjut.
Catatan Penting
Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. aiotrade.app tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.