Saham RLCO Tembus ARA Pasca IPO, Ini Prospeknya ke Depan

admin.aiotrade 09 Des 2025 2 menit 14x dilihat
Saham RLCO Tembus ARA Pasca IPO, Ini Prospeknya ke Depan


aiotrade.CO.ID- JAKARTA.

Hari pertama peluncuran saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berjalan dengan sukses. Saham perusahaan yang bergerak dalam pengolahan sarang burung walet ini berhasil mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 34,52% pada perdagangan Senin (8/12). Harga saham RLCO ditutup di level Rp 226 per saham, setelah sebelumnya menawarkan saham pada harga Rp 168 per saham.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pembukaan harga saham RLCO tersebut tercatat sebagai hasil dari penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO). Dalam proses bookbuilding, harga penawaran awal berada di kisaran Rp 150 hingga Rp 168 per saham. Perusahaan mengajukan penawaran maksimal sebanyak 625 juta saham, sehingga berpotensi mendapatkan dana segar sebesar Rp 105 miliar.

Dana hasil IPO akan dialokasikan untuk beberapa kebutuhan utama perusahaan. Sekitar 56,33% dari total dana setelah dikurangi biaya-biaya IPO akan digunakan untuk pemenuhan modal kerja, khususnya pembelian bahan baku seperti sarang burung walet. Sementara itu, sekitar 43,67% akan disetorkan kepada PT Realfood Winta Asia dalam bentuk penyertaan modal, yang juga akan digunakan untuk pembelian bahan baku berupa sarang burung walet.

Direktur Keuangan RLCO, Dwiadi Prastian Hadi, menyampaikan bahwa perusahaan memiliki target laba bersih sebesar Rp 40 miliar pada tahun 2026. Angka ini lebih tinggi dibandingkan estimasi laba tahun 2025 yang berada di kisaran Rp 30 miliar. Selain itu, perusahaan juga menargetkan pertumbuhan pendapatan hingga Rp 700 miliar pada 2026, meningkat dari estimasi pendapatan tahun 2025 yang sebesar Rp 600 miliar.

Kenaikan target kinerja tersebut sejalan dengan peningkatan utilisasi pabrik perusahaan. Saat ini, utilisasi pabrik belum mencapai 50%. Namun, dengan tambahan dana dari IPO, perusahaan berharap dapat meningkatkan produksi hingga di atas 60%, sehingga kemampuan laba perusahaan bisa meningkat.

Investment Analyst Advisor Provina Visindo, Indy Naila, melihat bahwa IPO RLCO cukup menarik bagi investor. Ia menilai bahwa RLCO cocok untuk investor yang memperhatikan pertumbuhan kinerja keuangan emiten.

“RLCO sedang gencar melakukan ekspansi pabrik agar produksi bisa meningkat dan average selling price (ASP) tetap tinggi. Meski demikian, investor perlu memantau juga rasio debt to equity (DER) perusahaan,” ujarnya.

Selain itu, RLCO masih dominan dalam penjualan ekspor, sehingga ada ketergantungan permintaan dari pasar China dan Amerika Serikat (AS). Ekspansi pasar yang dilakukan oleh perusahaan bisa menjadi sentimen positif untuk mempertahankan pertumbuhan kinerja.

Indy menyarankan investor untuk memperhatikan RLCO dengan target harga sebesar Rp 600 per saham.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan