
aiotrade, JAKARTA — PT Super Bank Indonesia Tbk. (SUPA) atau dikenal dengan nama Superbank melakukan pencatatan saham perdana atau IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari Rabu (17/12/2025).
Berdasarkan data pembukaan perdagangan, harga saham SUPA melonjak sebesar 24,41% ke level Rp790. Hal ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dari para investor terhadap perusahaan baru ini.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Melalui aksi korporasi tersebut, Superbank berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp2,79 triliun. Dana ini akan digunakan untuk mendukung ekspansi bisnis dan penguatan kapabilitas perbankan digital perseroan.
Menurut informasi yang diberikan, Superbank menetapkan harga nominal sebesar Rp100 per saham, yang mewakili 13% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dalam pengumuman prospektus yang dimuat di Harian Bisnis Indonesia, disebutkan bahwa harga penawaran saham adalah Rp635 per saham.
Dari harga tersebut, perseroan diperkirakan akan memperoleh dana senilai Rp2,79 triliun melalui aksi penawaran umum perdana saham.
Superbank memiliki rencana penggunaan dana hasil IPO yang jelas. Sebanyak 70% dari dana tersebut akan digunakan sebagai modal kerja dalam rangka penyaluran kredit perseroan. Sementara sisanya, sekitar 30%, akan dialokasikan untuk belanja modal dalam rangka kegiatan usaha perseroan.
Beberapa poin yang akan ditangani oleh dana belanja modal antara lain:
Pengembangan produk pendanaan dan pembiayaan perseroan
Pengembangan sistem pembayaran digital
Penguatan infrastruktur teknologi informasi
Peningkatan sistem operasional
Investasi dalam kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan analitik data
Peningkatan keamanan siber
Dengan alokasi dana yang terstruktur, Superbank berkomitmen untuk terus berkembang dan memberikan layanan perbankan yang lebih baik kepada nasabahnya. Perusahaan juga berupaya memperkuat posisi mereka di pasar perbankan digital yang semakin kompetitif.
Selain itu, langkah IPO ini menjadi salah satu indikator positif bagi pertumbuhan industri perbankan di Indonesia. Dengan adanya perusahaan-perusahaan baru seperti Superbank, persaingan akan semakin sehat dan inovasi akan semakin pesat.
Proses IPO ini juga menjadi momentum penting bagi Superbank untuk memperluas jaringan dan meningkatkan daya saing dalam skala nasional maupun internasional. Dengan dana yang cukup besar, perusahaan dapat mempercepat pengembangan teknologi dan layanan digital yang akan membantu nasabah dalam menjalankan aktivitas keuangan secara lebih efisien dan aman.