Saham Tambang ADMR-HRUM Tiba-Tiba Anjlok, BBNI-BBCA Naik Bersamaan

admin.aiotrade 09 Okt 2025 2 menit 16x dilihat
Saham Tambang ADMR-HRUM Tiba-Tiba Anjlok, BBNI-BBCA Naik Bersamaan

Pergerakan Saham di Pasar Modal Hari Ini

Pada hari ini, pasar modal menunjukkan pergerakan yang cukup dinamis. Saham-saham perbankan seperti BBNI, BBRI, dan BBCA mengalami kenaikan signifikan setelah sempat mengalami penurunan pada sesi pertama. Sebaliknya, saham-saham tambang terlihat mengalami penurunan yang cukup dalam.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) awalnya mengalami penurunan sebesar 0,42% ke level 8.199,96 pada sesi pertama perdagangan. Namun, pada akhir perdagangan, IHSG berhasil menguat sebesar 1,04% atau 84,90 poin menjadi 8.250,93.

Kenaikan Signifikan pada Saham Bank

Dari jajaran saham dengan kapitalisasi pasar terbesar, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) mencatatkan kenaikan sebesar 4,06% menjadi Rp4.100 per saham. Sementara itu, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) juga mengalami kenaikan sebesar 3,76% ke level Rp3.860 per saham.

Meskipun pada sesi pertama saham BBRI sempat terkoreksi sebesar 1,61% menjadi Rp3.660 per saham, namun pada akhir perdagangan, saham tersebut berhasil pulih dan kembali naik. Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) juga mengalami kenaikan sebesar 3,29% menjadi Rp4.390 per saham. Sedangkan saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) tumbuh sebesar 2,37% menjadi Rp7.550 per saham.

Penurunan pada Saham Tambang

Di sisi lain, saham emiten tambang mengalami penurunan yang cukup signifikan. Contohnya, saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) melemah sebesar 5,80% menjadi Rp1.300 per saham. Selanjutnya, saham PT Harum Energy Tbk. (HRUM) mencatatkan penurunan sebesar 4,60% ke level Rp1.245 per saham.

Saham tambang emas juga terlihat tertekan. Saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB) memimpin penurunan sebesar 4,84% menjadi Rp590 per saham. Adapun, saham PT Archi Indonesia (ARCI) melemah sebesar 3,95% menjadi Rp1.095 per saham.

Prediksi Pergerakan IHSG

Valdy Kurniawan, Head of Research Phintraco Sekuritas, menyatakan bahwa IHSG berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan besok, Jumat (10/10/2025). Meskipun demikian, risiko aksi ambil untung atau profit taking di akhir pekan perlu diperhatikan.

Dari sisi teknikal, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) membentuk Golden Cross, sedangkan Stochastic RSI mulai mengarah ke atas di area pivot. IHSG juga mampu bertahan di level 8.200 disertai volume beli.

“Diperkirakan IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menguji level 8.272 hingga 8.300. Namun perlu diwaspadai potensi pullback jangka pendek akibat profit taking pada akhir pekan,” ujar Valdy dalam publikasi riset harian.

Phintraco Sekuritas menyarankan beberapa saham untuk dicermati pada perdagangan besok, yaitu saham BRIS, TOWR, BWPT, AALI, dan BBTN.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan