Saham Tambang ADMR HRUM Tiba-Tiba Anjlok, Saham Bank BBNI BBCA Melonjak

admin.aiotrade 10 Okt 2025 2 menit 24x dilihat
Saham Tambang ADMR HRUM Tiba-Tiba Anjlok, Saham Bank BBNI BBCA Melonjak

Pergerakan Saham di Pasar Modal

Pada hari Kamis (9/10/2025), pergerakan saham di pasar modal menunjukkan perubahan yang signifikan. Saham-saham perbankan seperti BBNI, BBRI, dan BBCA berhasil menguat setelah sebelumnya membebani Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pertama perdagangan. Sebaliknya, saham tambang terlihat mengalami penurunan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG mengalami kenaikan sebesar 0,42% ke level 8.199,96 pada sesi pertama. Namun, saham-saham bank kemudian mengalami rebound dan menjadi penopang penguatan IHSG. Pada akhir perdagangan, indeks komposit ditutup menguat sebesar 1,04% atau 84,90 poin menuju level 8.250,93.

Dari jajaran saham dengan kapitalisasi pasar terbesar, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) mencatatkan kenaikan sebesar 4,06% menjadi Rp4.100 per saham. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) juga menguat sebesar 3,76% ke level Rp3.860 per saham. Meskipun sebelumnya sempat terkoreksi 1,61% menjadi Rp3.660 per saham, saham ini akhirnya kembali menguat.

Sementara itu, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) naik sebesar 3,29% menjadi Rp4.390. Adapun saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) tumbuh sebesar 2,37% ke level Rp7.550 per saham.

Di sisi lain, saham emiten tambang justru mengalami penurunan. Saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) melemah sebesar 5,80% menjadi Rp1.300. Selanjutnya, saham PT Harum Energy Tbk. (HRUM) mencatatkan penurunan sebesar 4,60% ke level Rp1.245.

Saham tambang emas juga mengalami tekanan. PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB) memimpin dengan penurunan sebesar 4,84% menjadi Rp590 per saham. Sementara itu, saham PT Archi Indonesia (ARCI) melemah sebesar 3,95% menjadi Rp1.095.

Analisis Teknis dan Prediksi IHSG

Valdy Kurniawan, Head of Research Phintraco Sekuritas, menyatakan bahwa IHSG berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan besok, Jumat (10/10/2025). Namun, risiko aksi ambil untung atau profit taking di akhir pekan perlu diperhatikan.

Dari sisi teknikal, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) membentuk Golden Cross, sedangkan Stochastic RSI mulai mengarah ke atas di area pivot. IHSG juga mampu bertahan di level 8.200 disertai volume beli.

“Diperkirakan IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menguji level 8.272 hingga 8.300. Namun perlu diwaspadai potensi pullback jangka pendek akibat profit taking pada akhir pekan,” ujar Valdy dalam publikasi riset harian.

Phintraco Sekuritas menetapkan saham pilihan utama yang dapat dicermati untuk perdagangan besok meliputi saham BRIS, TOWR, BWPT, AALI, dan BBTN.

Disclaimer

Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. aiotrade.app tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan