Saham Transportasi Bawa IHSG Naik di Sesi I, IDX Infra Bangkit

admin.aiotrade 09 Okt 2025 3 menit 14x dilihat
Saham Transportasi Bawa IHSG Naik di Sesi I, IDX Infra Bangkit


aiotrade.app
, JAKARTA – Pada sesi perdagangan hari ini, Kamis (9/10/2025), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penguatan sebesar 0,42% menjadi 8.199. Dari delapan sektor yang tercatat, delapan di antaranya berada di zona hijau, sementara tiga sektor lainnya bergerak melemah di zona merah.

Sektor transportasi menjadi yang paling naik dengan kenaikan sebesar 3,20%. Salah satu saham utama yang memengaruhi indeks adalah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GGIA) yang menguat 9,38% ke Rp105. Kenaikan ini didorong oleh sentimen positif dari dukungan dana Danantara, yang akan melakukan private placement senilai US$1,84 miliar atau sekitar Rp30,31 triliun.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Private placement ini akan dilakukan oleh PT Danantara Asset Management (Persero) melalui dua skema, yaitu setoran modal dalam bentuk uang tunai dan konversi pinjaman pemegang saham (shareholder loan/SHL) menjadi saham baru. Harga saham GIAA juga mencatat lonjakan sebesar 28,05% dalam seminggu terakhir dan meningkat 56,72% dalam sebulan terakhir.

Selain sektor transportasi, sektor infrastruktur juga terpantau menguat 1,80%. Beberapa saham besar yang turut menggerakkan indeks antara lain PT Barito Renewable Energy Tbk. (BREN) yang naik 2,85% ke Rp9.925, PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) yang menguat 5,19% ke Rp2.230, serta PT Indosat Tbk. (ISAT) yang naik 2,47% ke Rp1.865.

Di sisi lain, beberapa saham konstituen menjadi pemberat laju indeks. Contohnya, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang melemah 0,67% ke Rp2.970, serta saham PT XLSMART Telcom Sejahtera Tbk. (EXCL) yang turun 2,26% ke Rp2.590.

Pada penutupan perdagangan kemarin, Rabu (8/10), saham sektor infrastruktur terkoreksi 0,93% ke 1.930, sejalan dengan koreksi IHSG yang ditutup turun 0,04% ke 8.166. Koreksi ini terjadi setelah indeks selalu menguat pada dua hari perdagangan sebelumnya, yaitu Senin (6/10) dan Selasa (7/10), saat IHSG mencatat rekor ATH baru secara beruntun.

Menurut Liza Camelia Suryanata, Head Riset Kiwoom Sekuritas, saham sektor infrastruktur diuntungkan oleh narasi belanja dan penempatan dana pemerintah, serta adanya sovereign wealth fund (SWF) Danantara Indonesia di berbagai proyek seperti energi, digital, infrastruktur, dan waste to energy (WTE).

"Aliran dana lebih terlihat pada emiten tol, tower, utilitas/logistik dibanding subsektor industri manufaktur yang membutuhkan siklus permintaan lebih panjang," ujar Liza kepada Bisnis, Rabu (8/10/2025).

Dalam sesi I perdagangan hari ini, saham PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) menguat 0,79% ke Rp3.820, sedangkan saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) naik 2,94% ke Rp525.

Sebaliknya, saat IHSG menyentuh ATH baru dalam dua hari perdagangan pekan ini, saham sektor industri dan konsumer siklikal konsisten mencatat koreksi. Liza menilai pola ini menandai adanya rotasi ke saham-saham penerima manfaat kebijakan atau policy beneficiaries.

Di sesi I perdagangan hari ini, saham sektor industri terpantau bergerak naik 0,31%, sementara saham sektor consumer cyclicals menguat 1,49%. Pelemahan dua sektor tersebut disebabkan oleh fundamental permintaan rumah tangga dan manufaktur yang masih bervariasi.

Indikatornya, indeks keyakinan konsumen melemah ke level terendah sejak beberapa tahun, sedangkan PMI manufaktur tetap ekspansi meskipun melambat.


Disclaimer:
Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. aiotrade.app tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan