Saham Treasuri: Mekanisme Buyback yang Tingkatkan Harga Saham?

admin.aiotrade 01 Jan 2026 5 menit 9x dilihat
Saham Treasuri: Mekanisme Buyback yang Tingkatkan Harga Saham?

Apa Itu Saham Treasuri dan Mengapa Penting Diketahui?

Saham treasuri sering muncul dalam berita finansial, terutama ketika perusahaan melakukan pembelian kembali saham. Berita seperti "Bank BRI Siapkan Dana Triliunan untuk Buyback Saham" biasanya membuat para investor bersorak. Tapi, ke mana perginya saham yang dibeli kembali oleh perusahaan? Jawabannya adalah saham tersebut masuk ke dalam brankas perusahaan dan berubah status menjadi saham treasuri.

Banyak investor pemula bingung mengapa perusahaan repot-repot membeli sahamnya sendiri. Bukankah lebih baik uangnya digunakan untuk ekspansi bisnis? Ternyata, strategi ini memiliki dampak besar terhadap kenaikan harga saham dan keuntungan investor. Mari kita bahas tuntas apa itu saham treasuri dan mengapa ini menjadi sinyal positif di pasar modal!

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pengertian Saham Treasuri


Saham treasuri adalah saham yang dibeli kembali oleh manajemen perusahaan dari pasar dengan tujuan tertentu, misalnya ketika harga saham perusahaan sedang turun drastis. Saham treasuri atau treasury stock merupakan saham perseroan yang diperoleh kembali oleh perseroan. Saham ini adalah saham biasa yang dikeluarkan untuk investor dan kemudian dibeli kembali oleh perusahaan atas nama perusahaan itu sendiri.

Beberapa alasan mengapa suatu emiten melakukan saham treasuri atau pembelian kembali saham yang beredar: * Menjualnya kembali ke pegawai perusahaan. * Mendongkrak harga saham. * Membagikannya sebagai dividen. * Menukar surat-surat berharga yang dimiliki oleh perusahaan lain.

Tujuan utama perusahaan melakukan saham treasuri adalah sebagai salah satu upaya menjaga harga saham agar tidak turun terlalu dalam. Pembelian saham kembali (buyback) biasanya turut didorong oleh otoritas terkait seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam situasi tertentu seperti market crash.

Saham treasuri bisa bersifat sementara waktu atau selamanya. Namun, pada umumnya, saham ini bersifat sementara. Saham treasuri ini sebenarnya tidak dipegang selamanya oleh perusahaan. Dengan kata lain, perusahaan suatu saat akan melepas kembali saham treasuri tersebut kepada publik. Jadi, saat saham treasuri itu dilepas kepada publik, perusahaan akan mendapatkan kas tambahan dari hasil penjualan saham treasuri. Bagi perusahaan, penjualan itu akan meningkatkan kas yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan.

Karakteristik Unik: Saham "Mati Suri"

Saham yang masuk kategori treasuri memiliki status yang berbeda dengan saham biasa yang kamu pegang. Saham ini dianggap "tidur" atau non-aktif. Berikut ciri-cirinya:

  • Tidak Punya Hak Suara: Saham treasuri tidak bisa digunakan untuk voting dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
  • Tidak Dapat Dividen: Perusahaan tidak mungkin membayar dividen kepada dirinya sendiri.
  • Mengurangi Jumlah Saham Beredar: Ini poin paling penting yang mempengaruhi valuasi saham.

Mengapa Perusahaan Melakukan Buyback (Membuat Saham Treasuri)?

Ada alasan strategis di balik aksi korporasi ini. Biasanya, ini adalah kabar baik bagi investor karena:

  1. Mendongkrak Harga Saham (Signaling)
    Ketika perusahaan berani membeli sahamnya sendiri, itu sinyal bahwa manajemen percaya harga sahamnya saat ini terlalu murah dan punya prospek bagus. Ini memicu kepercayaan diri pasar, sehingga harga saham ikut naik.

  2. Meningkatkan EPS (Laba Per Lembar Saham)
    Ingat rumus dasar ekonomi? Jika permintaan tetap tapi penawaran (supply) barang berkurang, harga akan naik. Dengan menarik saham dari peredaran, jumlah lembar saham menjadi lebih sedikit. Akibatnya, rasio Laba Per Saham (Earnings Per Share/EPS) otomatis meningkat, membuat valuasi perusahaan terlihat makin seksi.

  3. Persiapan Bonus Karyawan (ESOP)
    Saham treasuri seringkali disimpan untuk dibagikan kembali kepada karyawan berprestasi atau manajemen melalui program kepemilikan saham (Employee Stock Option Program - ESOP) sebagai insentif.

  4. Menjaga Stabilitas Harga
    Saat pasar sedang panik (crash) dan harga saham terjun bebas tak wajar, perusahaan melakukan buyback untuk menahan agar harga tidak jatuh lebih dalam.

Tabel Perbandingan: Saham Beredar vs. Saham Treasuri

Agar lebih paham bedanya saham yang ada di portofoliomu dengan saham treasuri, cek tabel ini:

Fitur Saham Beredar (Outstanding Shares) Saham Treasuri (Treasury Stock)
Pemilik Investor Publik / Institusi Perusahaan Penerbit Itu Sendiri
Hak Dividen Dapat Tidak Dapat
Hak Suara (RUPS) Punya Tidak Punya
Status Perdagangan Aktif diperjualbelikan Disimpan (Tidak aktif)
Pengaruh ke EPS Menjadi pembagi laba Mengurangi pembagi laba (Meningkatkan EPS)

Contoh Saham Treasuri di Indonesia


Contoh Saham Treasuri
Berikut beberapa perusahaan besar di Indonesia yang pernah melakukan saham treasuri atau pembelian kembali saham dalam beberapa tahun terakhir dari berbagai sumber:

Belum lama ini, Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul (SIDO) dikabarkan akan menjual saham treasuri sebanyak 229 juta lembar saham dalam periode 28 Januari 2021 hingga 25 Februari 2022. Untuk contoh lainnya, seperti yang pernah dilakukan oleh Bank Rakyat Indonesia (BBRI), saham treasuri yang dimiliki oleh perusahaan dari hasil buyback pada 2015 dan 2016 dialihkan untuk program kepemilikan saham bagi pekerja perusahaan pada 2020. Berikutnya, ada perusahaan terbuka lainnya tercatat memiliki saham treasuri seperti Telkom (TLKM) atau Bank Rakyat Indonesia (BBRI). Ketiga perusahaan di atas melakukan pembelian kembali saham karena ingin menyelamatkan harga saham yang menurun drastis karena pasar modal sedang bergejolak atau perusahaan sedang mengalami krisis finansial.

Metode Pembelian Kembali Saham oleh Emiten

Terdapat beberapa metode yang digunakan oleh perusahaan untuk kembali membeli sahamnya yang sudah beredar di publik. Berikut beberapa di antaranya:

  1. Tender Offer
    Perusahaan mengumumkan kepada publik bahwa mereka bersedia membeli saham investor di harga tertentu (biasanya di atas harga pasar/premium) dalam periode waktu terbatas.

  2. Open-market Repurchase
    Perusahaan membeli sahamnya secara bertahap di bursa saham reguler, sama seperti investor biasa, sampai target jumlah lembar tercapai.

  3. Dutch Auction
    Pada metode ini perusahaan menyebutkan range harga saham yang ditawarkan dimana para pemegang saham akan memilih satu harga yang mereka tetapkan untuk menjual saham yang mereka miliki kepada perusahaan.

Masing-masing metode digunakan disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan dari perusahaan tersebut dalam melakukan saham treasuri, berikut juga dengan peraturan, kebijakan dan kesepakatan didalamnya.

Apakah Ini Sinyal Beli?

Secara umum, munculnya kabar perusahaan akan melakukan buyback dan menyimpannya sebagai saham treasuri adalah sinyal positif (Bullish Signal). Ini menunjukkan perusahaan punya kas melimpah (cash rich) dan peduli pada nilai pemegang saham. Namun, sebagai investor cerdas, tetap perhatikan harga belimu (entry point). Jangan mengejar harga yang sudah terbang terlalu tinggi karena euforia buyback.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan