Sahroni Marah Anaknya Jadi Korban Bully, Reputasi Hancur Karena Black Mamba di Rumahnya

admin.aiotrade 10 Nov 2025 3 menit 16x dilihat
Sahroni Marah Anaknya Jadi Korban Bully, Reputasi Hancur Karena Black Mamba di Rumahnya

Isu Hoaks dan Pem-bully-an yang Menimpa Ahmad Sahroni

Ahmad Sahroni, anggota DPR yang kini sudah dinonaktifkan, mengungkapkan rasa kesalnya terhadap isu hoaks yang menyebar di media sosial. Benda hitam yang viral dan dikaitkan dengannya disebut sebagai "Black Mamba" oleh sebagian orang. Namun, ia menegaskan bahwa benda tersebut adalah hoaks dan bukan miliknya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut Sahroni, benda tersebut sebenarnya berasal dari kejadian di Lebanon tahun 2020, bukan dari dirinya sendiri. Ia menilai penyebaran hoaks ini merupakan bagian dari upaya terencana untuk memojokkan dan merusak citra dirinya sebagai pejabat publik.

Ia juga menyampaikan bahwa reputasinya hancur akibat isu tersebut. Bahkan, dua anaknya turut menjadi korban bully di media sosial. Sahroni merasa sangat sedih karena anak-anaknya mendapat hujatan dan caci maki.

Penjarahan Rumah dan Pengalaman Mencekam

Selain itu, rumah Sahroni di Tanjung Priok juga turut dijarah oleh massa. Saat peristiwa penjarahan terjadi, seluruh barang-barang pribadinya hilang. Dari situ, beredar sebuah benda hitam yang dijuluki "Black Mamba" dan viral di media sosial.

Benda tersebut diduga digunakan untuk membantu saat aktivitas seksual. Karena merasa reputasinya hancur, Sahroni langsung bereaksi dengan menegaskan bahwa gambar "Black Mamba" yang tersebar adalah hoaks.

"Kita harus tahu, itu kejadian di rumah di Lebanon tahun 2020. Dikeluarin, kan gila. Dituduh kita yang ‘black mamba’. Itu kan serangan sistematis, bersamaan. Sengaja dibuat hoaks," ujarnya dalam wawancara di YouTube Total Politik.

Sahroni menekankan bahwa kabar tersebut sepenuhnya hoaks dan diduga merupakan bagian dari serangan sistematis yang bertujuan untuk memojokkan serta merusak reputasinya. Ia juga menyebut bahwa rentetan serangan hoaks terhadap dirinya ini, juga berimbas kepada anak-anaknya yang mengalami pem-bully-an.

"Kasian juga mereka, dua-duanya (anak) di-bully. Dihujat anak haram lah, jahaham. Bayangin, ya Allah ya Tuhan bahasanya," tambahnya.

Bersembunyi Selama 7 Jam di Toilet

Sementara itu, saat penjarahan rumahnya, Sahroni yang saat itu disebut-sebut kabur ternyata bersembunyi. Ia menceritakan detik-detik mencekam dirinya bersembunyi selama 7 jam di toilet saat rumahnya dijarah massa di Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Sabtu (30/8/2025).

Sahroni membantah dirinya dituding melarikan diri ke luar negeri saat peristiwa penjarahan di rumahnya terjadi. Ia menegaskan bahwa dirinya masih berada di dalam rumahnya saat penjarahan berlangsung.

"Orang pikir gua ke luar negeri, Singapura, Frankfurt, umrah, saat kejadian tuh gua di sini lagi ngobrol sama orang-orang NU. Enggak lama dia (penjarah) datang hitungan menit," kata Ahmad Sahroni, dikutip dari kanal YouTube Total Politik.

"Orang bilang ke luar negeri, nggak ada itu. Itu super fitnah banget. Tetangga tahu, orang belakang tahu. Abis kejadian gua tetap di Jakarta," imbuhnya.

Saat penjarahan berlangsung, Ahmad Sahroni mengaku menyelamatkan dirinya dengan bersembunyi di toilet kecil lantai paling atas di rumahnya. Selama 7 jam, Sahroni dalam posisi duduk di bawah meja wastafel dan di balik pintu toilet.

Ia sempat menghancurkan plafon toilet untuk bersembunyi di atas plafon, namun hal itu tidak memungkinkan.

"Gua ngumpet di sini ceritanya, 7 jam," ujarnya.

Setelah 7 jam bersembunyi di toilet, Sahroni keluar ke area rooftop untuk melihat situasi. Rumahnya ternyata saat itu masih dikerumuni massa. Sahroni sempat tidur selama 10 menit di rooftop.

Namun, tiba-tiba ada orang yang naik menghampirinya. Sahroni lalu kembali ke toilet tempat ia bersembunyi.

"Di kala gua lagi tiduran, tiba-tiba ada orang naik, gua ngumpet lagi di situ. Dia tanya, 'Lu siapa?' Gua penjaga rumah, tapi muka gua udah hitam karena gua ambil dari debu-debu ini," lanjutnya.

"Kayak main film udah. Main film. Kalau enggak smart, mati gua," imbuhnya.

Ahmad Sahroni telah muncul di hadapan warga Tanjung Priok setelah lama menghilang usai rumahnya dijarah oleh massa akhir Agustus 2025 lalu. Kasus penjarahan rumah Ahmad Sahroni terjadi saat gelombang demo periode 25-31 Agustus 2025. Berbagai barang berharga lenyap diambil oknum tak bertanggung jawab. Setelah peristiwa itu, Ahmad Sahroni sempat lama menghilang, dan kini ia akhirnya kembali muncul di hadapan publik.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan