Said Abdullah Mengapresiasi Perkembangan Pesantren, Sebut Gus Dur

admin.aiotrade 22 Okt 2025 3 menit 12x dilihat
Said Abdullah Mengapresiasi Perkembangan Pesantren, Sebut Gus Dur


aiotrade, JAKARTA - Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah menyampaikan pendapatnya mengenai pandangan yang menyebut bahwa asosiasi santri dan pesantren kurang pergaulan, berpandangan kolot, serta pemelihara budaya feodal. Menurutnya, hal tersebut tidak sepenuhnya benar.

"Saat ini, santri dan dunia pesantren telah berkembang pesat," ujar Said kepada awak media pada Rabu (22/10). Ia menekankan bahwa dunia pesantren kini semakin berkembang seiring dengan perubahan zaman.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Said, yang berasal dari Sumenep, Jawa Timur, menjelaskan bahwa para santri telah mampu menumbuhkan jiwa wirausaha melalui bimbingan kiai. Contohnya, Pesantren Sidogiri di Pasuruan, Jawa Timur, yang berhasil mendirikan jaringan toko ritel di 125 lokasi. Konsep ritel yang diterapkan oleh pesantren ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga membantu perekonomian UMKM lokal.

"Konsep ritelnya menyerap produk-produk UMKM lokal, sehingga memberdayakan masyarakat sekitarnya," tambah Said.

Selain itu, Pesantren Lirboyo di Kediri juga menjadi contoh lain. Santri di sana telah mampu menciptakan usaha seperti toko roti, tempat pengolahan sampah plastik, hingga depo air minum. "Dua contoh di atas hanya sedikit ulasan dari banyaknya kegiatan wirausaha di pesantren. Bila diulas satu per satu, akan sangat banyak sekali gambaran kegiatan usaha yang digawangi oleh para santri di pesantren," ungkap Said.

Dia menambahkan bahwa selama di pesantren, santri tidak hanya dibekali ilmu agama, tetapi juga diberikan pengetahuan tentang komputer, fotografi, jurnalistik, dan bahasa asing. Hal ini menunjukkan bahwa pesantren kini lebih inklusif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Said juga menyebutkan bahwa ceramah-ceramah keagamaan dari ulama seperti Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha, Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq, KH Anwar Zahid, sering diunggah ke media sosial oleh santri. Ini menunjukkan bahwa santri mampu berakselerasi bersama kemajuan zaman.

Lebih lanjut, Said menjelaskan bahwa santri juga menjadi kekuatan diaspora yang aktif dalam berbagai profesi tanpa kehilangan identitas sebagai santri. Banyak partai politik yang memiliki ciri nasionalis dan agamis di DPR memiliki keterwakilan santri.

"Saya sendiri sebagai santri, namun sejak tahun 1988 sudah aktif di PDI dan tahun 1999 menjadi PDI Perjuangan," ujarnya.

Said menegaskan bahwa santri juga hadir dalam berbagai organisasi profesi, baik kepengacaran, aktivis LSM, guru, dosen, tenaga medis, hingga TNI dan Polri. Dalam kepemimpinan nasional, santri telah terbukti mampu. Presiden keempat RI, Abdurahman Wahid atau Gus Dur, hidup dalam lingkungan pesantren sejak kecil.

"Gus Dur menjadi contoh nyata bahwa santri bisa menjadi pemimpin nasional dan pemimpin kultural kelas dunia," tutur Said.

Menurutnya, semua hal ini menunjukkan bahwa santri adalah jatidiri yang terbuka. Mereka bisa menjadi jangkar perdamaian dan menebarkan Islam yang rahmatan lil alamin. "Dipundaknya orang mempersepsikan perwajahan tentang Islam. Oleh sebab itu harus selalu mawas dan koreksi diri. Selamat Hari Santri 2025," kata dia.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan