Kebakaran Menghanguskan Delapan Kedai di Ternate
Kebakaran yang terjadi di kawasan jalan pantai Kelurahan Mangga Dua Utara, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, Maluku Utara, menghanguskan delapan kedai UMKM. Insiden ini terjadi pada hari Selasa, 30 September 2025. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian dari kejadian ini diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pemilik salah satu kedai, Zubaidah, yang memiliki usaha Dego-Dego Nania, menceritakan kronologi kejadian tersebut setelah kebakaran. Ia memberikan wawancara dalam episode 6 program Saksi Kata - Tribun Ternate tentang cerita dan harapan pemilik kedai Taman Kota Baru Ternate pasca-kebakaran.
Pengalaman Saat Kebakaran
Host bertanya kepada Zubaidah kapan dan bagaimana ia mengetahui bahwa kedainya terbakar. Menurut Zubaidah, kejadian terjadi pada pukul 11.30 WIT. Saat itu, ia sedang berada di rumah dan menerima telepon dari karyawan yang memberi tahu bahwa ada kebakaran di kedai Taman Laut. Ia melihat video call yang menunjukkan asap di sekitar kedai tersebut. Dalam waktu kurang dari 10 menit, api sudah menyebar ke kedainya sendiri.
“Saya belum sampai di lokasi, tetapi saat tiba, semua sudah hangus,” ujarnya.
Keberadaan di Lokasi Saat Kebakaran
Host juga menanyakan apakah Zubaidah atau karyawan sedang berada di kedai saat kejadian. Zubaidah menjelaskan bahwa saat kebakaran terjadi, ia sedang di rumah, sementara hanya karyawan yang berada di kedai. Ia diberitahu melalui video call.
Upaya Memadamkan Api
Terkait upaya memadamkan api, Zubaidah menyampaikan bahwa saat ia tiba di lokasi, petugas pemadam kebakaran juga telah tiba. Beberapa warga mencoba membantu dengan mengambil air dari rumah sebelah untuk memadamkan api.
Jenis Usaha dan Durasi Operasional
Zubaidah menjelaskan bahwa di kedainya terdapat berbagai jenis makanan seperti pisang goreng, air goraka, kelapa muda, dan makanan berat. Usaha ini baru berjalan selama enam bulan.
Barang yang Terbakar
Ia mengungkapkan bahwa semua barang di kedainya habis terbakar. Bahkan, tidak ada barang yang bisa diselamatkan. Ia menjelaskan bahwa karena bangunan kedai sebelah terbuat dari baja ringan, api terhenti di situ. Namun, kedai yang saat ini ikut terbakar sudah direnovasi sedikit.
Perkiraan Kerugian
Menurut estimasi Zubaidah, total kerugian mencapai lebih dari Rp 100 juta. Ini termasuk kulkas, sound system, alat elektronik, dan uang yang ada di dalamnya. Saat kebakaran, ada juga pelanggan yang sedang duduk makan.
Asuransi dan Bantuan
Zubaidah menyatakan bahwa ia tidak memiliki asuransi untuk kedai atau barang dagangan. Hingga saat ini, ia belum menerima bantuan apa pun, baik dari pemerintah maupun komunitas.
Kondisi Kedai Setelah Kebakaran
Setelah kebakaran, Zubaidah membangun ulang kedainya dengan bantuan keluarga dan saudara-saudaranya. Ia berhasil kembali berjualan pada tanggal 13 Oktober 2025.
Harapan kepada Pemerintah
Harapan terbesar Zubaidah adalah adanya bantuan dari pemerintah, terutama untuk material bangunan agar bisa dibangun kembali. Ia juga berharap pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap tempat-tempat penjualan yang tidak layak. Meskipun bangunan dibuat sendiri, ia dan para pedagang lainnya tetap membayar pajak sebesar Rp 15 ribu per hari.